Archive | Motivasi RSS feed for this section

Mengatasi Rasa Rendah Diri

4 Aug

Sifat rendah diri itu seperti keran air yang karatan. Dia sangat sulit untuk dibuka, sehingga air tidak bisa mengalir dengan lancar. Ada begitu banyak persediaan air dalam bak penampungan diatas atap, tetapi tidak bisa keluar karena alirannya terhalang oleh keran yang tersumbat. Ada begitu banyak persediaan potensi diri yang kita miliki, namun terkunci oleh perasaan rendah diri yang menghambat. Bagi Anda yang tertarik untuk belajar mengatasi rasa rendah diri, saya ajak untuk memulainya dengan menerapkan 5 kemampuan Natural Intelligence yang bisa dibaca secara lengkap di : http://www.dadangkadarusman.com/

Mengambil Kesempatan Dari Kelemahan System

4 Aug

Dalam tulisan pertama dan kedua saya sebelumnya, kita sudah membahas tentang prinsip dasar suatu ‘system’ dari sudut pandang management dan bagaimana cara membuatnya. Otoritas pembuatan atau pembaruan suatu system berada ditangan supervisor, team leader atau manager unit alias pengambil keputusan di unit kerja tersebut. Pertanyaannya sekarang adalah; bagaimana seandainya Anda bukan seorang pengambil keputusan? Menurut hemat saya; ini adalah saat yang tepat bagi Anda untuk mengambil manfaat. Bagaimana caranya?

selengkapnya dapat dibaca di :

http://www.dadangkadarusman.com/

Menjalani Saat-Saat Jalan Ditempat

29 Jul

Selain makna sebenarnya, frase “jalan ditempat” juga mempunyai makna kiasan. Ketika bisnis kita tidak kunjung berkembang, karir kita tidak naik-naik, atau kehidupan kita tidak juga membaik; kita menyebutnya ‘jalan ditempat’ atau ‘stagnan’. Masalahnya, setiap aspek kehidupan kita tidak selamanya berada dalam ‘mode maju’. Kadang kita harus memasuki masa-masa jalan ditempat itu. Faktanya, ‘jalan ditempat’ itu adalah salah satu bagian dari siklus kehidupan yang mesti kita jalani. Tidak peduli sudah sebaik apa usaha yang kita lakukan, kita belum juga bisa beranjak dari tempat dimana kita memulai. Tidak jarang hal itu menciutkan hati dan melemahkan motivasi kita. Tetapi, benarkah kita tidak bisa berbuat apa-apa saat memasuki periode jalan ditempat?

Artikel menarik ini dapat dibaca selengkapnya di :

http://www.dadangkadarusman.com/

Mutakhirkah Pendidikan Bisnis di Indonesia?

26 Apr

“Candidates must demonstrate research excellence and evidence of
teaching potential in any one or more of the areas of the Department,
with particular emphasis in supply chain (distribution /logistics, IS
/ e-commerce), enterprise systems…”.

Kalimat diatas adalah sebuah potongan kalimat yang tercantum dalam
suatu iklan lowongan dosen di sebuah universitas di Amerika yang dipublikasikan di milis Manufacturing and Service Operations Management (MSOM. Dalam dua tahun terakhir ini, memang banyak sekali lowongan dosen di perguruan tinggi negara-negara maju yang menekankan kualifikasi pada bidang Supply Chain Management (SCM) dan E-commerce. Ini adalah satu pertanda betapa perguruan tinggi negara-negara maju melakukan pemutakhiran kualifikkasi dosen agar pendidikan yang mereka tawarkan sesuai dengan kebutuhan dunia bisnis yang dihadapi.

Supply Chain Management (SCM) dan E-commerce memang merupakan
dua bidang yang saat ini boleh dikatakan menjadi primadona. Hampir
setiap program-program bisnis di perguruan tinggi negara-negara maju
menawarkan dua mata kuliah tersebut. Beberapa perguruan tinggi
bahkan membuka pusat-pusat penelitian pada dua bidang tadi. Sebutlah
misalnya The Global SCM Forum-nya Stanford University, The European SCM Forum yang berpusat di Eindhoven University of Technology, The
Integrated SCM Project yang dimiliki University of Toronto, Logistics
Asia Pasific-nya NUS, The Logistics Institute-nya Georgia Tech.,
eBusiness Research Center (eBRC) yang dimiliki Penn State University,
e-commerce research center-nya National Chiao Tung University (NCTU) Taiwan, dan tentunya banyak lagi.

SCM dan E-commerce juga hampir selalu menjadi sesi menarik di
konferensi-konferensi internasional yang mengangkat tema bisnis.
Jurnal-jurnal juga memuat edisi-edisi khusus tentang SCM maupun
E-commerce. Bahkan, beberapa jurnal baru muncul dengan isi khusus
pada salah satu atau gabungan dari dua bidang tersebut. Ada misalnya
Supply Chain Management Review yang diterbitkan Cahners Publishing. Jurnal yang diterbitkan oleh National Association of Purchasing Management (NAPM) berubah nama dari International Journal of Purchasing and Supply Management menjadi Journal of Supply Chain Management. MCB University Press juga menerbitkan sebuah jurnal internasional bernama Supply Chain Management sejak 1996. Tentu deretannya menjadi panjang bila disebutkan semuanya.

Sementara negara-negara maju menyikapi perubahan bisnis dengan
penyesuaian pendidikan dan riset secara proaktif, tampaknya tidak
demikian halnya dengan negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Barangkali jurusan-jurusan bisnis, Teknik Industri, dan sejenisnya di Indonesia yang sudah menawarkan mata kuliah SCM dan E-commerce atau memiliki pusat kajian dua bidang di atas masih bisa dihitung dengan jari. Tulisan singkat ini dimaksudkan untuk mengajak mereka-mereka yang berkecimpung dalam pendidikan bisnis di Indonesia untuk melakukan pemutakhiran program dan membentuk pusat-pusat kajian untuk menyikapi perkembangan bisnis, termasuk dua bidang di atas yang kebetulan menjadi contoh yang baik saat ini. Tanggapan terhadap
tulisan ini sangat diharapkan.

I Nyoman Pujawan

Pemerhati SCM dan E-commerce
www.e-gagas.com

Sumber: Milis KOM-TEK (KOMPUTER-TEKNOLOGI@yahoogroups.com)

Mengumpulkan kapas2

2 Feb

Berhati-hatilah menjaga lidah karena ketajamannya bisa melebihi pedang, bahkan bisa mematikan kehidupan seseorang sedangkan nyawa masih melekat di badan. Fitnah yang ditimbulkan lidah adalah lebih kejam dari pembunuhan, hal ini sudah sering kali kita dengar. Dan kultum yang aku ikuti di masjid Asy- Syifa bada’ sholat Dzuhur siang itu kembali menyadarkanku, bukan saja dasyatnya efek yang ditimbulkan fitnah, tapi juga betapa sulitnya menebus kesalahan, memulihkan nama baik dan hak-hak kehidupan mereka yang menjadi korban.

Continue reading

Analogi Ayam Dan Sapi

2 Feb

Suatu hari, ayam mengeluh kepada katak yang bijaksana , “Aku heran, kenapa manusia mengagung-agungkan sapi ya….mereka memuji matanya yang lembut, senyum yang tulus….dan susunya yang katanya bergizi itu…”
“Padahal,” lanjut ayam, ” Jika aku mati, semua dagingku, dari kepala sampai kaki, bahkan tulang2ku dikonsumsi manusia…sedangkan sapi hanya memberi susu saja? “
“Mungkin, ” jawab katak ,” Karena sapi memberikan susu kepada manusia ketika ia masih hidup, bukan setelah ia mati…”

Teman-teman, seringkali kita mendengar orang mengatakan (atau bahkan kita sendiri) “jika aku mati, akan kusumbangkan seluruh hartaku kepada panti asuhan, bahkan mata dan jantungku akan kudonorkan untuk orang yang membutuhkan…..”
Namun apalah artinya itu semua jika selama hidupnya dia tidak pernah memberi sedikitpun dari harta kekayaannya kepada orang yang membutuhkan?

Sumber : Unknown

Pilih “Kolam Besar” atau “Kolam Kecil”?

18 Jul

Ada yang bilang, perusahaan bisa diibaratkan sebagai kolam dan karyawan adalah ikannya. Asumsinya, makin besar ikan makin besar wewenang dan kekuasaannya. Dalam meniti karir, kita bisa memilih, mau jadi ikan besar di kolam kecil atau jadi ikan kecil di kolam besar. Atau mungkin jadi ikan besar di kolam besar dan kemungkinan-kemungkinan lainnya.

Yang pasti setiap pilihan memiliki tuntutan dan konsekuensinya masing-masing. Sebelum Anda menentukan pilihan, mungkin telaah berikut ini bisa dijadikan pertimbangan: Continue reading

Arti sebuah kejujuran – sekedar renungan

6 Apr

David kuliah di fakultas perdagangan Arlington USA. Kehidupan kampusnya, terutama mengandalkan kiriman dana bulanan secukupnya dari orang tuanya. Entah bagaimana, sudah 2 bulan ini rumah tidak mengirimi uang ke David lagi. Di kantong David hanya tersisa 1 keping dollar saja. David dengan perut keroncongan berjalan ke bilik telepon umum, memasukkan seluruh dananya, yaitu satu keping uang logam itu, ke dalam telepon.

“Halo, apa kabar?” telpon telah tersambung, ibu David yang berada ribuan km jauhnya berbicara. David dengan nada agak terisak berkata: “Mama, saya tidak punya uang lagi, sekarang lagi bingung karena kelaparan.” Ibu David berkata: “Anakku tersayang, mama tahu.”
“Sudah tahu, kenapa masih tidak mengirim uang?” David baru saja hendak melontarkan dengan penuh kekesalan pertanyaan tersebut kepada sang ibu, mendadak merasakan perkataan ibunya mengandung sebuah kesedihan yang mendalam. Firasat David mengatakan ada yang tidak beres, ia cepat-cepat bertanya, “Mama, apa yang telah terjadi di rumah?”

Ibu David berkata, “Anakku, papamu terkena penyakit berat, sudah lima bulan ini, tidak saja telah meludeskan seluruh tabungan, bahkan karena sakit telah kehilangan tempat kerjanya, sumber penghasilan satu-satunya di rumah telah terputus. Oleh karena itu, sudah 2 bulan ini tidak mengirimimu uang lagi, Mama sebenarnya tidak ingin mengatakannya kepadamu, tetapi kamu sudah dewasa, sudah saatnya mencari nafkah sendiri.”

Ibu David berbicara sampai disitu, tiba-tiba menangis tersedu sedan. Di ujung telepon lainnya, air mata David menetes, dan ia berpikir Kelihatannya saya harus drop out dan pulang kampung.” David berkata kepada ibunya, “Mama, jangan bersedih, saya sekarang juga akan mencari pekerjaan, pasti akan menghidupi kalian.”

Kenyataan yang pahit telah membuat David terpukul hingga pusing tujuh keliling. Masih 1 bulan lagi, semester kali ini akan selesai, jikalau memiliki uang, barang 8 atau 10 dollar saja, maka David mampu bertahan hingga liburan tiba, kemudian menggunakan 2 bulan masa liburan untuk bekerja menghasilkan uang. Akan tetapi sekarang 1 sen pun tak punya, mau tak mau harus drop out.

Pada detik ketika David mengatakan “Sampai jumpa” kepada ibunya dan meletakkan gagang telpon itu, sungguh luar biasa menyakitkan, karena prestasi kuliahnya sangat bagus, selain itu ia juga menyukai kehidupan di kampus fakultas perdagangan Arlington tersebut. Sesudah meletakkan gagang telpon, pesawat telpon umum tersebut mengeluarkan bunyi gaduh, David dengan terkejut dan terbelalak menyaksikan banyak keping dollar menggerojok keluar dari alat itu.

David berjingkrak kegirangan, segera menjulurkan tangannya menerima uang-uang tersebut. Sekarang, terhadap uang-uang itu, bagaimana menyikapinya? Hati David masih merasa sangsi, diambil untuk diri sendiri, 100% boleh, pertama: karena tidak ada yang tahu, ke dua: dirinya sendiri betul-betul sedang membutuhkan. Namun setelah bolak- balik dipertimbangkan, David merasa tidak patut memilikinya. Setelah melalui sebuah pertarungan konflik batin yang hebat, David memasukkan salah satu keping dolar itu ke dalam telepon dan menghubungi bagian pelayanan umum perusahaan telepon. Mendengar penuturan David, nona petugas pelayanan umum berkata, “Uang itu milik perusahaan telepon, maka itu harus segera dikembalikan (ke dalam mesin telepon).”

Setelah menutup telepon, David hendak memasukkan kembali keping logam uang itu, tetapi sekali demi sekali uang dimasukkan, pesawat otomat itu terus menerus memuntahkannya kembali. Sekali lagi David menelepon, dan petugas pelayanan umum yang berkata, “Saya juga tak tahu harus bagaimana, sebaiknya saya sekarang minta petunjuk atasan.” Nada bicara David yang sendirian dan tiada yang menolong memancarkan getaran kesepian dan kuyu, nona petugas pelayanan umum sangat dapat merasakannya, menilik perkataan dari ujung telepon dia merasakan seorang asing yang bermoral baik sedang perlu dibantu.

Tak lama kemudian, nona petugas pelayanan umum menelepon ulang pesawat otomat yang sedang bermasalah itu. Dia berkata kepada David, “Saya telah memperoleh ijin dari atasan yang berkata uang tersebut untuk anda, karena perusahaan kami saat ini tidak mempunyai cukup tenaga, tak ingin demi beberapa dollar khusus mengirim petugas ke sana.”

“Hore!”, David meloncat saking gembiranya. Sekarang, uang logam itu secara sah menjadi miliknya. David membungkukkan badannya dan dengan seksama nenghitungnya, total berjumlah 9 dollar 50 sen. Uang sejumlah ini cukup buat David bertahan hingga bekerja memperoleh upah pertamanya pada saat liburan nanti. Dalam perjalanan ke kampus, David tersenyum terus sepanjang jalan. Ia memutuskan membeli makanan dengan menggunakan uang itu lantas mencari pekerjaan.

Dalam sekejap liburan telah tiba, David telah memperoleh pekerjaan sebagai pengelola gudang supermarket. Pada hari tersebut, David menjumpai boss perusahaan supermarket, menceritakan kepadanya tentang kejadian di telepon umum dan keinginannya untuk mencari pekerjaan. Si boss supermarket memberitahu David boleh datang bekerja setiap saat, tidak hanya pada liburan saja, sewaktu kuliah dan tidak terlalu sibuk juga boleh bergabung, karena boss supermarket merasa David adalah orang yang tulus dan jujur, terutama adalah orang yang seksama, membenahi gudang mutlak bisa dipercaya. David bekerja dengan sangat giat, boss sangat mengapresiasinya dan juga merasa kasihan. Si boss memberinya upah dobel.

Sesudah menerima gaji, David mengirimkan keseluruhan gajinya kepada sang ibu, karena pada saat itu David sudah mendapatkan info bahwa ia berhasil memperoleh bea siswa untuk satu semester berikutnya. Sesudah 1 bulan, uang dikirim balik ke David. Sang ibu menulis di dalam suratnya: “Penyakit ayahmu sudah agak sembuh, saya juga telah mendapatkan pekerjaan, bisa mempertahankan hidup. Kamu harus belajar dengan baik, jangan sampai kelaparan.” Sesudah membaca surat itu, David menangis lagi. David tahu, meski orang tuanya menahan lapar, juga tidak bakal meminta uang kepada David yang sedang perlu dibantu. Setiap kali memikirkan hal ini, David berlinang bersimbah air mata, sulit menenangkan gejolak hatinya.

Setahun kemudian, David dengan lancar menyelesaikan kuliahnya. Setelah lulus, David membuka sebuah perusahaan, tahun pertama, David sudah mengantongi laba US $ 100.000. Ia senantiasa tak bisa melupakan kejadian di telepon umum. Ia menulis surat kepada perusahaan telepon tersebut: “Hal yang tak bisa saya lupakan untuk selamanya ialah, perusahaan anda secara tak terduga telah membantu dana US $ 9,50 kepada saya. Perbuatan amal ini, telah membuat saya batal menjadi pemuda drop out dan menuju kondisi miskin, bersamaan itu juga telah memberi saya energi tak terhingga, mendorong saya setiap saat tidak melupakan untuk berjuang. Kini saya mempunyai uang, saya ingin menyumbang balik sebanyak US $ 10.000 kepada perusahaan anda, sebagai rasa terima kasih saya.”

Boss perusahaan telpon bernama Bill membalasnya dengan surat yang dipenuhi antusiasme: “Selamat atas kesuksesan kuliah anda dan usaha yang telah berkembang. Kami kira, uang tersebut adalah uang yang paling patut kami keluarkan. Ini bukannya merujuk pada $9,50 yang dikembalikan dengan $10.000, melainkan uang itu telah membuat seseorang memahami sebuah petuah tentang prinsip tertinggi kehidupan.”

Pelajaran apa yang bisa kita petik dari kisah di atas? Walau di saat- saat paling sulit, Pertama : Jangan melupakan harapan selalu ada. Kedua: Jangan lupa menjaga moralitas.

Setelah 20 tahun telah berlalu, bagaimana dengan David? Di kota Chicago, Amerika, terdapat sebuah gedung mewah, yang tampak luarnya menyerupai sebuah bilik telepon umum, itu adalah gedung perusahaan ADDC. Pendiri perusahaan ADDC, Presiden Direktur nya ialah David, selain itu juga David adalah salah satu penyumbang terbesar untuk badan amal.

Sumber: http://www.yauhui.net/david-dan-telepon-umum/

MENGAPA SAYA TIDAK TEGAS ?

9 Mar

Menurut penelitian, berdasarkan tipe temperamen hanya sekitar tiga persen dari populasi manusia yang memiliki sikap tegas secara alamiah. Selebihnya memiliki ketegasan yang terbentuk dari lingkungan ataupun melalui pengetahuan dan pengalaman.

lebih lengkapnya mengenai artikel menarik ini dapat anda baca di :

MENGAPA SAYA TIDAK TEGAS ?

3 Sesi Kehidupan

16 Sep

Hari kemarin. (PAST)

Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.
Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.

Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan;
dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin.
Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja…

Hari esok. (FUTURE)

Hingga mentari esok hari terbit,
Anda tak tahu apa yang akan terjadi.
Anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari.
Anda tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.
Esok hari belum tiba; biarkan saja…

tapi……

Hari ini. (PRESENT)

Pintu masa lalu telah tertutup;
Pintu masa depan pun belum tiba.
Pusatkan saja diri anda untuk hari ini.
Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila anda mampu memaafkan hari kemarin dan

melepaskan ketakutan akan esok hari.

Hiduplah hari ini.

Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit.

Hiduplah apa adanya.
Karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang abadi.

Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat,

meski mereka berlaku buruk pada anda.

Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena mungkin besok cerita sudah berganti. Ingatlah bahwa  anda menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri anda sendiri Jadi, jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau masa depan membuatmu bingung,  lakukan yang terbaik HARI INI dan lakukan SEKARANG juga!

Sumber : unknown