Archive | Fisika RSS feed for this section

[TEMUAN] ounce, google VS buku IPA. utk hati2 aja

4 May

[rumahilmu] [TEMUAN] ounce, google VS buku IPA. utk hati2 aja
Wednesday, April 29, 2009 5:40 PM
“riza rizki” <ordinary_rizki@ yahoo.com> wrote:

Sesaat lalu saya sedang browsing mencari harga emas dari waktu ke
waktu. ternyata yg keluar kebanyakan situs bahasa ingris dan satuan yg
dipakai disana adl ounce. saya teringat pernah dapet sekilas info, yg
dulu ga terlalu saya perhatiin, kalo 1 ounce itu ga 100 gr, jadilah
tab browse saya berangkat menuntut ilmu pada mbah google

wheeeww,, sebuah hasil yang aneh muncul ketika saya membandingkan
ounce menurut google dan ons menurut wejangan dari buku2 IPA di
sekolah

menurut mbah google,
1 ounce = 28,3495231 gram

sedangkan wejangan dari buku2 IPA di sekolah,
1 ons = 100 gram

hal ini membuat saya ingin klarifikasi ke pihak ketiga, om wiki, agar
mendapat jawaban yg mungkin lebih netral

dan om wiki yg bijak pun menjelaskan panjang lebar tentang sejarah ounce dan ons

dibumi kita saat ini, ada dua sistem ounce yang digunakan secara luas,
yang pertama adalah international avoirdupois ounce. avoirdupois
dibaca avoardupoa, dg lafaz oa mendekati wa, diambil dari bahasa
perancis kuno, aveir de peis yang artinya kurang lebih adalah
kepemilikan atas berat (mempunyai berat). ounce yg satu ini yang
banyak digunakan secara luas. dan ounce yg ini juga ni yang nilainya
setara dengan 28,349 523 1 gram.

yang kedua adalah troy ounce. Berat satu troy berasal dari sistem
massa troy sejak jaman William sang penakluk, nama troy berasal dari
kota Troyes di Perapatan ciamis a.k.a Perancis, sebuah kota
perdagangan penting di Abad Pertengahan. nilai 1 Troy Ounce setara
dengan 31.103 476 8 gram. nah troy ounce inilah yang ternyata saya
lihat ketika sedang browsing harga emas tadi, karna logam mulia saat
ini ditimbang dengan satuan troy ounce di dunia internasional.

selain dua ounce barusan ternyata ounce juga punya sepupu di tiap
daerah yang lain. masing-masing daerah punya sebutannya tersendiri utk
ounce. meskipun international avoirdupois ounce dan troy ounce diambil
dari bahasa perancis, tetapi di perancis lebih dikenal dengan nama
once. sedangkan ounce yang bermigrasi ke spanyol merubah namanya
menjadi onza dan berbaur dengan penduduk satuan setempat. dan tiap
tiap daerah pun memiliki nilainya tersendiri utk ounce. 1 once
perancis setara nilainya dengan 30.59 gram sedangkan 1 onza spanyol
setara dengan 27.3 gram. dahulu kala di ingris juga dikenal satuan
tower ounce yang setara dengan 29 gram, tapi karna sesuatu hal satuan
ini ga pernah dipake lagi.

kembali ke ons kita, ons memang masih keluargaan sama ounce, tetapi
mereka tidak kembar identik, namanya beda dan nilainya pun berbeda utk
konversi ke gram. ons tinggal di indonesia dan di tiap negara lain ada
kemungkinan utk ada ons-ons yg lain yg nilainya beda. ons indonesia
mungkin kembar identik dengan ons di belanda karna nilainya sama dan
diberi nama yang sama pula. dan 1 ons indonesia memang = 100 gram

oh ya penulisan gr dan g juga beda lho! gr itu lambang utk grain dan g
itu adalah lambang utk gram yang sudah lama kita kenal. jangan sampe
ketuker ato salah manggil nama ya..

1 grain = 0.06479891 grams

dan ternyata oh ternyata 2 pon juga tidak sama dengan 1 kg lho!

jadi ingatlah kata pepatah “dimana langit dipijak disitu bumi
dijunjung”, saat kita pindah ke daerah ato negara lain bertanyalah
pada orang sekitar, “eh,, eh,, disini tuh 1 ons berapa sih?”

dari berbagai sumber

jabat erat dan peluk hangat,
Riza Rizki Rahmatsyah
Ocean Engineering Student of ITB
Mobile : 022-912-889- 72
Personal Email : ordinary_rizki@ yahoo.com
YM : pang_dok

Advertisements

Daftar penerima Nobel Fisika

16 Dec

Daftar penerima penghargaan Nobel dalam fisika dari 1901 sampai sekarang.

1900-an1910-an1920-an1930-an1940-an1950-an1960-an1970-an1980-an1990-an2000-an

Dapat dilihat lengkap di Wikipedia Indonesia.

Linknya :

http://id.wikipedia.org/wiki/Penghargaan_Nobel_dalam_Fisika

Keunggulan Air Raksa Sebagai Alat Pengukur Suhu Temperatur Untuk Termometer

31 Jul

Thu, 26/07/2007 – 9:42pm

Jika anda ingin mngetahui sebab-sebabĀ  digunakannya air raksa yang merupakan satu-satunya bentuk logam yang cair sebagai alat pengukuran suhu atau temperatur pada termometer, bisa dilihat di :

Organisasi.org

atau di :

http://organisasi.org/keunggulan-air-raksa-sebagai-alat-pengukur-suhu-temperatur-untuk-termometer-belajar-ilmu-pendidikan-fisika-online

Penemuan Neutrino Bermassa dan Dampak bagi Ilmu Fisika

31 May

Jeffrey Rufinus
Universitas Wisconsin
——————————————————————————–
* Artikel ini telah dimuat di Waspada Online
Belum lama berselang, tepatnya tanggal 5 Juni yang lalu, suatu berita
besar iptek muncul dari sebuah konperensi fisika “Neutrino 98” yang
berlangsung di Jepang. Neutrino, salah satu partikel dasar yang jauh lebih
kecil daripada elektron, ternyata memiliki massa, demikian laporan dari
suatu tim internasional yang tergabung dalam eksperimen
Super-Kamiokande. Tim ahli-ahli fisika yang terdiri dari kurang lebih 120 orang dari
berbagai negara termasuk AS, Jepang, Jerman, dan Polandia tersebut
melakukan penelitian terhadap data-data yang dikumpulkan selama setahun oleh
sebuah laboratorium penelitian neutrino bawah tanah di Jepang.

Jika laporan ini terbukti benar dan dapat dikonfirmasi kembali oleh tim
lainnya maka akan membawa dampak yang sangat luas terhadap beberapa
teori fisika, terutama pembahasan mengenai interaksi partikel dasar, teori
asal mula daripada alam semesta ini serta problema kehilangan massa
(missing mass problem) maupun teori neutrino matahari.

Neutrino, atau neutron kecil, adalah suatu nama yang diberikan oleh
fisikawan dan pemenang hadiah Nobel terkenal dari Jerman: Wolfgang Pauli.
Neutrino adalah partikel yang sangat menarik perhatian para fisikawan
karena kemisteriusannya. Neutrino juga merupakan salah satu bangunan
dasar daripada alam semesta yang bersama-sama dengan elektron, muon, dan
tau, termasuk dalam suatu kelas partikel yang disebut lepton. Lepton
bersama-sama dengan enam jenis partikel quark adalah pembentuk dasar semua
benda di alam semesta ini.

Ditemukan secara eksperimental pada tahun 1956 (dalam bentuk anti
partikel) oleh Fred Reines (pemenang Nobel fisika tahun 1995) dan Clyde
Cowan, neutrino terdiri dari 3 rasa (flavor), yakni: neutrino elektron,
neutrino mu dan neutrino tau. Neutrino tidak memiliki muatan listrik dan
selama ini dianggap tidak memiliki berat, namun neutrino memiliki
antipartikel yang disebut antineutrino. Partikel ini memiliki keunikan karena
sangat enggan untuk berinteraksi. Sebagai akibatnya, neutrino dengan
mudah dapat melewati apapun, termasuk bumi kita ini, dan amat sulit untuk
dideteksi.

Diperkirakan neutrino dalam jumlah banyak terlepas dari hasil reaksi
inti pada matahari kita dan karenanya diharapkan dapat dideteksi pada
laboratorium di bumi. Untuk mengurangi pengaruh distorsi dari sinar
kosmis, detektor neutrino perlu ditaruh di bawah tanah. Dengan mempergunakan
tangki air sebanyak 50 ribu ton dan dilengkapi dengan tabung foto
(photomultiplier tube) sebanyak 13 ribu buah, tim Kamiokande ini menemukan
bahwa neutrino dapat berosilasi atau berganti rasa. Karena bisa
berosilasi maka disimpulkan bahwa neutrino sebenarnya memiliki massa.

Penemuan ini sangat kontroversial karena teori fisika yang selama ini
kerap dipandang sebagai teori dasar interaksi partikel, yakni disebut
teori model standard, meramalkan bahwa neutrino sama sekali tidak
bermassa. Jika penemuan neutrino bermassa terbukti benar maka boleh jadi akan
membuat teori model standard tersebut harus dikoreksi.

Penemuan neutrino bermassa juga mengusik bidang fisika lainnya yakni
kosmologi. Penemuan ini diduga dapat menyelesaikan problem kehilangan
massa pada alam semesta kita ini (missing mass problem). Telah sejak lama
para ahli fisika selalu dihantui dengan pertanyaan: Mengapa terdapat
perbedaan teori dan pengamatan massa alam semesta? Jika berat daripada
bintang-bintang, planet-planet, beserta benda-benda alam lainnya
dijumlahkan semua maka hasilnya ternyata tetap lebih ringan daripada berat
keseluruhan alam semesta.

Para ahli fisika menganggap bahwa terdapat massa yang hilang atau tidak
kelihatan. Selama ini para ahli tersebut berteori bahwa ada partikel
unik yang menyebabkan selisih massa pada alam semesta. Namun teori
semacam ini memiliki kelemahan karena partikel unik yang diteorikan tersebut
belum pernah berhasil ditemukan.

Dari hasil penemuan tim Kamiokande ini dapat disimpulkan bahwa ternyata
partikel unik tersebut tidak lain daripada neutrino yang bermassa.

Menurut teori dentuman besar (Big Bang) alam semesta kita ini bermula
dari suatu titik panas luar biasa yang meledak dan terus berekspansi
hingga saat ini. Fisikawan Arno Penzias dan Robert Wilson (keduanya
kemudian memenangkan hadiah Nobel fisika tahun 1978) pada tahun 1965
menemukan sisa-sisa gelombang mikro peninggalan dentuman besar yang sekarang
telah mendingin hingga suhu sekitar 3 Kelvin. Namun salah satu hal yang
masih diperdebatkan adalah masalah ekspansi alam semesta itu sendiri.
Apakah hal ini akan terus menerus terjadi tanpa akhir? Penemuan neutrino
bermassa diharapkan akan bisa menjawab pertanyaan yang sulit ini.

Bayangkan suatu neutrino yang sama sekali tidak bermassa, seperti yang
diperkirakan selama ini. Gaya gravitasi tentu tidak akan berpengaruh
sama sekali pada partikel yang tidak memiliki berat. Namun apa yang
terjadi jika neutrino ternyata memiliki berat? Dalam jumlah yang amat sangat
banyak neutrino-neutrino ini tentu akan bisa mempengaruhi ekspansi alam
semesta. Tampaknya ada kemungkinan ekspansi alam semesta suatu saat
akan terhenti dan terjadi kontraksi atau penciutan kembali jika ternyata
neutrino memiliki massa.

Terakhir masih ada satu lagi problem fisika yang akan diusik oleh hasil
penemuan ini yaitu problem neutrino matahari, dimana terjadi selisih
jumlah perhitungan dan pengamatan neutrino yang dihasilkan oleh matahari
kita.

Untuk keabsahan penemuan ini tim internasional dari eksperimen super
Kamiokande dalam laporannya juga mengajak tim-tim saintis lainnya untuk
mengkonfirmasi penemuan mereka. Namun menurut pengalaman di masa lalu,
laporan osilasi neutrino dan neutrino bermassa selalu kontroversi dan
jarang bisa dikonfirmasi kembali.

Untuk sementara ini para ahli harus sabar menunggu karena eksperimen
semacam ini hanya bisa dilakukan oleh segelintir eksperimen saja di
seluruh dunia. Yang pasti jika hasil penemuan ini memang nantinya terbukti
benar maka jelas dampaknya akan sangat terasa pada beberapa teori fisika
modern.