Kenali Lima Gejala Job Burnout

20 Jan

Lifestyle + / Senin, 8 Februari 2010 19:02 WIB

http://metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/02/08/10384/-Kenali-Lima-Gejala-Job-Burnout-

PERNAH merasa tidak berdaya, putus asa, lelah, letih, dan frustrasi
dalam menghadapi pekerjaan? Jika iya, sebaiknya berhati-hati. Sebab, bisa jadi Anda mengalami suatu kondisi yang disebut dengan istilah job burnout. Lantas, seperti apa gejalanya dan bagaimana cara mengatasinya?

Menurut Dr. Audrey L. Canafi, asisten profesor Program Konseling dari University of Chattanooga Foundation di Universitas Tennessee, job burnout merupakan suatu respon terhadap tekanan pekerjaan yang membuat seseorang merasa tidak berdaya, putus asa, lelah, letih, dan frustrasi.

Waktu bekerja yang ekstra panjang, beban tugas yang melampaui
kapasitas individual, serta kurangnya waktu beristirahat yang
berkualitas bisa membuat seseorang menjadi tertekan dan kelelahan dalam menghadapi pekerjaan sehingga mengalami job burnout.

Stres dan kelelahan bisa memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan
mendatangkan berbagai macam penyakit seperti migrain, masalah
pencernaan, penyakit kulit, tekanan darah tinggi, dan penyakit
jantung. Selain itu, kesehatan emosional pun menjadi terganggu.

Akan tetapi, kejenuhan bekerja tidak terjadi dalam waktu hanya satu malam. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk mengenali tanda-tanda awal job burnout dan melakukan tindakan pencegahan sebelum kondisi tersebut menjadi benar-benar serius. Berikut ini adalah lima gejalanya:

1. Rekan kerja terasa mengganggu
Jika Anda menjadi rewel dan mudah marah saat menghadapi rekan kerja yang biasanya memiliki hubungan akrab, kondisi tersebut barangkali lebih dari sekadar dinamika antarpribadi yang terjadi.

2. Datang terlambat, pulang lebih awal
Anda biasanya selalu bangun pagi dengan perasaan cerah ceria dan
bersemangat menghadapi hari. Akan tetapi, saat ini setiap hari Anda merasa enggan melangkahkan kaki menuju kantor. Di kantor pun, usai makan siang Anda tidak dapat menahan diri untuk tidak melirik jam tangan setiap beberapa menit, menghitung detik demi detik yang terasa bergulir terlampau lamban hingga akhir hari.

3. Bersikap apatis
Anda yang selama ini selalu bersikap penuh antusias, berubah menjadi apatis. Anda merasa kehilangan motivasi, merasa gagal, dan tidak memiliki hasrat untuk menghadapi tantangan. Seseorang yang mengalami kejenuhan biasanya kehilangan motivasi untuk melakukan sesuatu, serta kehilangan kepedulian terhadap kebanggaan ketika berhasil menyelasaikan suatu pekerjaan dengan baik.

4. Kehilangan hubungan dengan rekan kerja
Anda tidak lagi tertarik menjalin hubungan sosial dengan rekan kerja di perusahaan tempat bekerja. Anda yang tadinya sering makan siang bersama, hang out di waktu luang, serta berpartisipasi dalam berbagai acara kantor, sekarang kehilangan minat bersosialisasi di dalam atau pun di luar kantor.

5. Sakit fisik
Anda selalu merasa lelah, sakit kepala, otot tegang, serta mengalami kesulitan tidur di malam hari. Tanda-tanda fisik ini merupakan indikator umum stres akibat pekerjaan, dan dapat berubah menjadi masalah fisik yang serius.

Nah, jika Anda mengelami gejala-gejala tersebut, sudah waktunya untuk membuat sejumlah perubahan. Anda dapat memulainya dengan berbicara empat mata dengan atasan atau seseorang dari divisi sumber daya manusia, mengenai bagaimana Anda bisa menghadapi masalah tersebut jika dapat menentukan ulang tenggat waktu pekerjaan atau mendelegasikan satu atau dua proyek ke orang lain.

Berikut ini beberapa langkah proaktif yang dapat Anda lakukan seperti direkomendasikan Carol A. Turkington dalam buku berjudul Stress Management for Busy People:

– Belajar mengatakan tidak.
– Evaluasi kembali tujuan Anda.
– Kurangi komitmen di tempat kerja dan di rumah.
– Pelajari keterampilan mengelola stres.
– Perbanyak istirahat dan konsumsi makanan sehat.

Yang paling penting dari semuanya, sisihkan waktu untuk beristirahat!
Tidak peduli seberapa penting pekerjaan Anda, sempatkan diri untuk beristirahat barang sebentar setiap hari untuk menyatukan pikiran dan tubuh, mengembalikan energi, dan bersantai.(ICH)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: