Kursus “Narasi” Pantau — Yogyakarta

29 Apr

Kursus  Narasi
                                        P A N T A U – YOGYAKARTA
                              Anugerah Perkasa dan Budi Setiyono
                                                        Juni 2008

Pantau membuka kursus baru bernama “Narasi.” Kursus ini dirancang
untuk orang yang ingin belajar menulis panjang dengan memikat dan
mendalam. Juga bagi mereka yang berminat menulis esai atau buku
nonfiksi.

Kursus diadakan selama 16 sesi dengan frekuensi mingguan, setiap Sabtu
dan Minggu di Momento-Yayasan Gaia, Yogyakarta. Cara mingguan ini
sengaja dibuat agar peserta punya waktu mengendapkan materi belajar,
mengerjakan pekerjaan rumah serta membaca. Jumlah peserta maksimal 20
orang agar ada waktu diskusi. Kursus ini ditekankan pada banyak
latihan.

Tugas akhirnya berupa penulisan sebuah narasi sekitar 5.000 kata. Ia
dilakukan sesudah peserta berlatih melakukan riset, liputan,
wawancara, dan menulis. Jumlah kata sekadar pegangan saja. Ia bisa
lebih pendek atau panjang lagi. Peserta akan membaca dan membicarakan
karya-karya Joseph Mitchell, Truman Capote, John Hersey, Gay Talese
dan Ryszard Kapuscinski serta membaca cerita Pham Xuan An dari Saigon.

INSTRUKTUR

Andreas Harsono  wartawan Jakarta, pernah bekerja di harian The Nation
(Bangkok), The Star (Kuala Lumpur) dan majalah Pantau (Jakarta). Ia
menang beberapa penghargaan internasional antara lain The
Correspondent of the Year dari The American Reporter (1997) serta
Nieman Fellowship dari Universitas Harvard (1999-2000). Co-editor buku
Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan Memikat (2005).
Kini ia sedang menyelesaikan buku From Sabang to Merauke: Debunking
the Myth of Indonesian Nationalism. www.andreasharsono.blogspot.com

Budi Setiyono wartawan Jakarta, pernah bekerja untuk Suara Merdeka
(Semarang) dan majalah Pantau  (Jakarta). Ia jadi co-editor buku
Revolusi Belum Selesai yang berisi kumpulan pidato politik Presiden
Soekarno serta Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan Mendalam dan
Memikat. Kini ia sedang menyelesaikan buku soal penyair A.S. Dharta
dari Lembaga Kebudayaan Rakyat. www.budisetiyono.blogspot.com

Anugerah Perkasa, lahir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada 4
Desember 1977. Menempuh kuliah di fakultas Psikologi Universitas Islam
Indonesia (UII) di Jogjakarta. Semasa kuliah, bergabung dengan majalah
mahasiswa Himmah dan terakhir menjabat sebagai Wakil Pemimpin Umum.
Pernah menulis untuk majalah Pantau di Jakarta, tentang Majelis
Mujahidin Indonesia (MMI), sebuah organisasi Islam fundamental di
Jogjakarta. Pada 2004, mulai magang di Yayasan Pantau dengan menggelar
pelatihan bagi wartawan televisi dan bekerja sama dengan Initiative
for Policy Dialogue dari Universitas Columbia. Sejak 14 Februari 2005,
bekerja untuk harian ekonomi Bisnis Indonesia di Jakarta, dengan
konsentrasi liputan industri keuangan dan politik.

Arief Budiman – Guest spekaer, guru besar kajian Indonesia di
Universitas Melbourne, Australia. Sejak 1970an dikenal sebagai aktivis
hak asasi manusia. Mendapatkan Ph.D sosiologi  dari Universitas
Harvard (1980), menulis beberapa buku, antara lain, “Pembagian Kerja
Secara Seksual. Sebuah Pembahasan Sosiologis tentang Peran Wanita di
Masyarakat”, “Jalan Demokrasi ke Sosialisme: Pengalaman Chili di bawah
Allende” dan “Sistem Perekonomian Pancasila dan Ideologi Ilmu Sosial
di Indonesia.”

SYARAT DAN BIAYA

Peserta terbiasa dengan dunia tulis-menulis. Entah menulis di blog,
makalah, buku harian atau media. Mereka juga terbiasa melakukan riset
dan akrab dengan internet. Latar belakang bisa dari berbagai disiplin
ilmu, minat atau profesi. Angkatan pertama dan kedua terdiri dari
aktivis, wartawan, dokter, pengacara, mahasiswa, dosen, manajer NGO
dan sebagainya. Peserta juga lancar membaca naskah dalam bahasa
Inggris karena banyak materi kursus dari bahasa Inggris. Biaya Rp 2,5
juta, bisa diangsur selama kursus.

SILABUS

MINGGU PERTAMA oleh Andreas Harsono & Arief Budiman
Sabtu, 21 Juni 2008 pukul 10:00-12:00 – Pembukaan, perkenalan,
pembicaraan silabus dan diskusi soal jurnalisme dasar, isu tentang
“objektivitas” wartawan dengan membahas “Sembilan Elemen Jurnalisme”
dari Bill Kovach dan Tom Rosenstiel serta membandingkannya dengan
praktik jurnalisme di Jakarta a.l. byline, firewall,  advertorial.
[Andreas Harsono]

Bacaan: Sebelum kuliah dimulai, sebaiknya Anda membaca resensi buku
“Sembilan Elemen Jurnalisme” oleh Andreas Harsono (kalau tertarik baca
bukunya The Elements of Journalism atau versi Indonesia Sembilan
Elemen Jurnalisme karya Bill Kovach dan Tom Rosenstiel). Silahkan
menelusuri www.journalism.org.

Sabtu, 21 Juni 2008 pukul pukul 13:00-15:00  — Diskusi soal
jurnalisme sastrawi, bagaimana Tom Wolfe memulai gerakan ini di
Amerika Serikat pada 1960-an dan bagaimana suratkabar-suratkabar
Amerika mengambil elemen-elemen genre ini. Diskusi tentang
prinsip-prinsip dasar dalam melakukan reportase, membedakan mana yang
fakta dan mana yang fiksi, kriteria dari gerakan “literary
journalism.”
[Andreas  Harsono]

Bacaan: “Kegusaran Tom Wolfe” oleh Septiawan Santana Kurnia; “Ibarat
Kawan Lama Datang Bercerita” oleh Andreas Harsono; edisi jurnal Nieman
Reports edisi Spring 2002 Volume 56 No. 1 tentang narrative
journalism. Bacaan Nieman ini cukup tebal. Ini penting guna tahu
sejarah dan perdebatan soal genre ini di Barat serta bagaimana genre
ini masuk dalam cerita-cerita sehari-hari dalam suratkabar.

Minggu, 22 Juni 2008 pukul 10:00-12:00 — Diskusi soal struktur
karangan dengan contoh “Hiroshima” karya John Hersey. Ini sebuah karya
klasik, dimuat majalah The New  Yorker pada Agustus 1946, yang pernah
dipilih sebuah panel wartawan dan akademisi Universitas Columbia
sebagai naskah terbaik jurnalisme Amerika pada abad XX.  [Andreas
Harsono]

Bacaan: “Hiroshima” dalam majalah The New Yorker edisi 31 Agustus 1946
oleh John Hersey dan “Menyusuri Jejak John ‘Hiroshima’ Hersey”oleh
Bimo Nugroho. Usahakan baca John Hersey hingga selesai. Bacaan dari
Bimo Nugroho membantu memahami “Hiroshima.”

Minggu, 22  Juni 2008 pukul 13:00-15:00 — Diskusi soal deskripsi dan
dialog dengan menggunakan “Ngak Ngik Ngok” karya Budi Setiyono serta
contoh-contoh lain dalam buku Jurnalisme Sastrawi: Antologi Liputan
Mendalam dan Memikat.[Andreas Harsono]

Pekerjaan rumah: Rekamlah pembicaraan dengan seseorang lalu buatlah
satu deskripsi pendek, sekitar 200-500 kata. Siti Maemunah dari
angkatan kedua membuat deskripsi menarik tentang “Mbah Ndut,” seorang
dukun pijat, yang kawin beberapa kali. Kita akan membaca empat atau
lima tugas ini pada pertemuan berikutnya. Kursus ini sifatnya
sukarela. Kalau Anda lagi sibuk atau ada tugas kantor, tentu saja,
Anda tak merasa harus mengerjakannya. Kalau mau tambahan, bacalah
“The Riverman” karya Joseph  Mitchell. Karya ini terkenal dengan
deskripsinya soal Sungai Hudson.

MINGGU KEDUA Budi Setiyono
Sabtu, 28 Juni 2008 pukul 10:00-12:00 — Diskusi membahas deskripsi
serta teori soal feature. Bagaimana mencari fokus, angle dan outline
dalam menulis sebuah feature. Bacalah “Seandainya Saya Wartawan Tempo”
karya Goenawan Mohamad
[Budi Setiyono]

Pekerjaan rumah: Buatlah sebuah feature pendek, yang terkait dengan
kehidupan atau pekerjaan Anda sehari-hari. Ini penting agar pekerjaan
rumah ini tak terlalu membebani Anda. Carilah isu yang menarik!

Sabtu, 28 Juni 2008 pukul 13:00-15:00 — Para peserta akan membacakan
featurenya. Peserta lain menanggapi. Pekerjaan rumah akan difotokopi
sesuai kebutuhan kelas agar setiap peserta mendapatkan selembar.
[Budi Setiyono]

Pekerjaan rumah: Buatlah satu kumpulan profile para peserta kelas ini.
Kelas akan bikin undian. Masing-masing peserta akan mewawancarai satu
peserta lain. Kami memperkirakan dalam enam minggu, semua karya ini
bisa selesai. Kalau bagus bisa dibukukan (penjilidan sederhana).

Minggu, 29 Juni 2008  pukul 10:00-12:00 — Diskusi dengan melihat
karya-karya Ryszard Kapuscinski dari Warsawa. Kapuscinski seorang
koresponden perang, meliput di Afrika, Asia dan Eropa. Perhatikan
bagaimana dia memakai foto-foto lama untuk menerangkan
karakter-karakternya.
[Budi Setiyono]

Bacaan: “Shah of   Shahs” dan “The Soccer War” karya Ryszard Kapuscinski.

Minggu, 29 Juni 2008 pukul 13:00-15:00 — Diskusi struktur karangan
dengan melihat lima tulisan tentang Aceh dikerjakan empat orang
berbeda. Bagaimana sebuah isu sama dikerjakan dengan sudut pandang dan
metode beda-beda? Apa masing-masing kelebihan dan kekurangan? [Budi
Setiyono]

Bacaan: “Republik Indonesia Kilometer Nol” karya Andreas Harsono,
“Kejarlah Daku Kau Kusekolahkan” karya Alfian Hamzah, “Panglima, Cuak,
dan RBT” dan “Sebuah Kegilangan di Simpang Kraft” karya Chik Rini, dan
“Orang-orang Di Tiro” karya Linda Christanty.

MINGGU KETIGA oleh Anugerah Perkasa
Sabtu, 5 Juli 2008 pukul 10:00-12:00 — Teknik wawancara dengan
melihat teknik-teknik yang dikembangkan oleh International Center for
Journalists. Peserta melakukan praktik wawancara di depan kelas.
Sesudahnya menonton “Black Hawk Down” karya Mark Bowden untuk lihat
deskripsi yang berubah jadi film.
[Anugerah Perkasa]

Bacaan: bacalah oleh “Ten Tips For Better Interview” (www.ijnet.org)
dan “The Art of the Interview” oleh Eric Nalder. Kalau sempat bacalah
dulu buku Black Hawk Down. Perhatikan beda buku dan film.

Pekerjaan rumah: Gunakan tape recorder atau handycam untuk interview
seseorang, mungkin teman, keluarga atau lainnya. Dengarkan ulang dan
catat kelebihan dan kekurangan interview tersebut. Buatlah deskripsi
dari interview itu untuk kelas minggu depan. Bawa pula kaset rekaman
untuk didengar atau ditonton bersama.

Sabtu, 5 Juli 2008 pukul 13:00-15:00 — Membahas deskripsi dari hasil interview
[Anugerah Perkasa]

Pekerjaan rumah: Kalau Anda hendak membuat sebuah naskah panjang, isu
apa yang menarik perhatian Anda? Buatlah outline serta argumentasi
mengapa cerita itu menarik, tidak klise, bahal menyedot perhatian
pembaca.

Minggu, 6 Juli 2008 pukul 10:00-12:00 — Diskusi menggali,
mengembangkan dan menajamkan ide laporan serta menemukan fokus dan
angle. Bisa sharing soal bagaimana bikin biografi penyair A.S. Dharta,
yang mendirikan Lembaga Kebudayaan Rakyat, serta hubungannya dengan
Presiden Soekarno.
[Anugerah Perkasa]

Bacaan: “Rangsang Detik” karya A.S. Dharta, “Selamat Jalan Sastrawan
Sunda” karya Budi   Setiyono.

Minggu, 6 Juli 2008 pukul 13:00-15:00 — Diskusi politik  identitas
dengan campuran agama, nasionalisme dan etnik dengan studi  kasus
etnik Tionghoa di Indonesia
[Anugerah Perkasa]

Bacaan: “Hoakiao dari Jember” oleh Andreas Harsono, “The Culture of
Chinese Minority in Indonesia” oleh Leo Suryadinata, “The Encyclopedia
of the Chinese Overseas” bagian Indonesia oleh Mary Somers Heidhues
(h. 151-168).

MINGGU KEEMPAT oleh Budi Setiyono
Sabtu, 12 Juli 2008 pukul 10:00-12:00 — Sekali lagi soal deskripsi.
Kita akan diskusi hasil membuat profile sesama peserta kelas serta
bicara soal editing. Nonton film “Capote” tentang Truman Capote, yang
dibintangi Philip Seymour Hoffman. Situs web
http://www.sonypictures.com/classics/capote/ [Budi Setiyono]

Bacaan: Kalau masih ada waktu, bacalah “In Cold Blood” karya Truman
Capote. Ini karya klasik  dari The New Yorker. Kalau ingin tahu
bagaimana elemen-elemen narasi dipakai dalam straightnews pendek,
bacalah “Ini sebuah Kehormatan” karya Jimmy Breslin.

Sabtu, 12 Juli 2008 pukul 13:00-15:00 — Diskusi soal sikap terhadap
kebenaran dengan independensi seorang penulis. Diskusi soal sosok Pham
Xuan An, seorang wartawan majalah Time merangkap intel di Saigon, yang
berperan dalam kemenangan Hanoi terhadap Saigon pada 1975. [Budi
Setiyono]

Bacaan: “Perfect Spy” karya Larry Berman, karya-karya Bob Shaplen dari
The New Yorker soal Perang Vietnam, surat protes  Zalin Grant terhadap
majalah The New Yorker. “The Quiet Vietnamese: Journalist and Spy Pham
Xuan An Led a Life of Ambiguity” oleh Devid deVoss, “My Friend the
Spy” oleh H.D.S. Greenway, “The Journalist Who Spied” oleh Stanley
Cloud, “Pham Xuan An: Vietnam War Journalist and Spy” oleh Bruce
Palling.

Minggu, 13 Juli 2008 pukul 10:00-12:00 — “The Silent Season of A
Hero” mengubah cara wartawan menulis sosok  di  Amerika. Bacalah juga
“Frank Sinatra Has a  Cold”  karya Gay Talese. Situs web resmi Gay
Talese adalah www.randomhouse.com/kvpa/talese/index.html.

Minggu, 13 Juli 2008 13:00-15:00 — warna sari, tanya jawab, penutupan.
[Budi Setiyono]

Pantau
Jl. Raya Kebayoran Lama No 18 CD Jakarta Selatan 12220
Telp/Fax. 021 7221031/021 7221055
Contact  Person:
Dian  Lestari – 0817272956
Email. dianlestariningsih@gmail.com
Siti Nurrofiqoh – 081 382 460 455
Email. siti_pantau@yahoo.com
Website. www.pantau.or.id

2 Responses to “Kursus “Narasi” Pantau — Yogyakarta”

  1. Aloethpati March 22, 2009 at 2:50 pm #

    Buset.. Jurnalis Sastrawinya apik lek, makasih yo

  2. FRANSORI March 29, 2010 at 8:00 pm #

    wah…….. seru tuh!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: