Perkuat Bangunan Dengan Balok Diagonal

18 Apr

sumber :
http://www.tabloidr umah.com/ index.php/ news/read/ 378/Perkuat% 20Bangunan% 20Dengan% 20Balok%20Diagon al

Memperkuat bangunan agar tahan gempa selain memperhatikan detil dan
material struktur utamanya (pondasi, kolom, dan balok) juga bisa
dilakukan dengan memasang balok diagonal yang berfungsi sebagai
pengaku.

Pemasangan balok diagonal merupakan hasil modifikasi perkuatan yang
disesuaikan antara struktur utama bangunan dengan denah rumah yang
ada. Pendapat dan temuan modifikasi ini dikemukakan oleh Ir. Ign.
Benny Puspantoro, MSc IP-Md, (dosen S1 dan S2 Teknik Sipil Universitas
Atma Jaya Yogyakarta) yang ditemui Tabloid RUMAH ketika diminta
pendapatnya tentang bagaimana membuat struktur rumah tahan gempa
beberapa waktu yang lalu.

Peletakkan balok diagonal bisa sejajar dengan slof (balok bawah)
maupun sejajar dengan balok atas. Namun, untuk mempermudah pemasangan
dan menghindari struktur yang rumit, lebih baik balok diagonal
diletakkan sejajar dengan slof. Balok ini akan membentang dari salah
satu sudut slof sampai sudut slof lain yang merupakan titik pertemuan
semua balok diagonal. Titik temu ini bisa lebih dari satu, tergantung
dari denah rumahnya.

Untuk memudahkan pemilihan sudut mana yang akan dijadikan titik
pertemuan, terlebih dulu tentukan letak pusat masa bangunan. Titik
pusat masa bangunan inilah yang dapat menjadi salah satu titik
pertemuan balok diagonal. Dari titik ini kemudian tarik garis ke arah
sudut bangunan terluar yang merupakan titik sudut pertemuan balok
slof. Garis inilah yang merupakan garis letak balok diagonal.

Dengan adanya balok diagonal, masing-masing elemen struktur (balok,
pondasi, dan kolom) akan bekerja menjadi satu kesatuan sebagai stuktur
bangunan yang kokoh dan tidak bekerja secara terpisah untuk menahan
gaya gempa. Masing-masing elemen akan “bergerak” bersama-sama bila ada
goyangan gempa.

Prinsip Segitiga
Jika diperhatikan, dengan adanya pengaku berupa balok diagonal maka
akan terbentuk struktur segitiga, dengan sisi mendatar dan tegak
berupa balok slof dan sisi miringnya berupa balok diagonal. Dalam ilmu
struktur, bentuk struktur rangka segitiga merupakan bentuk struktur
yang mempunyai kekuatan statis lebih besar dibandingkan struktur
persegi empat.

Bentuk struktur persegi empat mempunyai kekakuan yang kurang sehingga
bila ada gaya vertikal (gaya gempa) yang menimpanya, struktur itu
mudah “bergerak” dan akibatnya bangunan akan rubuh. Ini mengingat pada
titik sudut pertemuan atau sudut rawan terjadi momen puntir dan tidak
ada yang mengaku pergerakan itu. Sistim struktur segitiga akan
memberikan keseimbangan gaya pada titik pertemuan tersebut dan juga
dapat saling menguatkan (lihat gambar: Contoh perlakuan struktur pada
dinding di antara dua kolom).

Didukung Struktur yang Tepat
Benny mengingatkan, fungsi pemakaian balok diagonal dapat berhasil
bila struktur rumah dibuat dengan material dan detil yang tepat.
Sebagai contoh mutu campuran beton harus sesuai dengan perbandingan
yang dianjurkan yaitu 1 semen : 2 pasir : 3 koral. Bahan pasir dan
kerikil harus bersih dari lumpur. Kadar lumpurnya maksimum 5% untuk
pasir dan 1% untuk kerikil.

Selain itu tulangan utama pada kolom dan balok harus sesuai dengan
kekuatan struktur menahan beban bangunan. Untuk kolom bangunan satu
lantai, tulangan minimumnya adalah diameter 12 mm sebanyak 4 buah.
Sedangkan untuk tulangan sengkang digunakan diameter 8 dengan jarak
pemasangan minimum 10 cm.(alf)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: