Hasil Diskusi Blogger dan Komunitas Maya dengan pak Nuh

18 Apr

by Romi Satria Wahono

http://romisatriawa hono.net/ 2008/04/08/ hasil-diskusi- blogger-dan-
komunitas-maya- dengan-pak- nuh/

Siaran pandangan mata diskusi blogger dan komunitas maya dengan pak
Nuh (Menkominfo) saya tulis secara mendetail di posting ini. Cukup
panjang, mudah-mudahan pada sabar baca sampai kesimpulan di paragraf
paling akhir di posting ini. Yang merasa kecapekan baca secara
keseluruhan, bisa langsung lari ke kesimpulan. Seperti dugaan saya
sebelumnya bahwa kita tidak mungkin menyelesaikan seluruh masalah
dalam satu pertemuan hari ini. Tapi paling tidak empat tema diskusi
yang kita agendakan sudah terbahas dengan baik. Peserta membludak
sampai lebih dari 70 orang, well ternyata efektif juga yah ngumpulin
tokoh-tokoh besar blog pakai posting di blog … hihihi. Foto-foto akan
pelan-pelan saya upload. Thanks to mas Chaeruddin yang bantu saya
jepret-jepret selagi aku sibuk notulensi diskusi

18:30 Peserta mulai berdatangan, duduk-duduk di sofa lantai 7

18:45 Wajah-wajah kumuh dan suram mulai berdatangan, ada kemungkinan
ini blogger-blogger negatif

18:50 Muncul priyadi, ndoro kakung, eko, pitra, dan beberapa blogger
berpenampilan rapi yang kabarnya pemilik rangking technorati tinggi

19:00 Menunggu … pada ngobrol ke sana sini

19:27 Pak Nuh (Menkominfo) masuk ruangan, didampingi pak Cahyana
(Dirjen Aptel), pak Edmon (Staf Ahli), pak Son (Sekretaris) , pak
Suhono (Staf Ahli) dan pak Basuki (Dirjen Postel)

Format acara adalah yang pertama pak Nuh menyampaikan uraian secara
umum tentang tema diskusi hari ini, setelah itu sesi tanya jawab
antara peserta dan pak Nuh.

URAIAN PAK NUH

Terima kasih atas kehadiran saudara-saudara sekalian yang merupakan
stakeholder dan komunitas IT di Indonesia (ICT Society). Urusan ICT
adalah urusan kompleks, tidak mugkin depkominfo bisa mengurusi
seluruh masalah ICT sendirian. Resource Depkominfo terbatas, oleh
karena itu perlu dukungan dari swasta, masyarakat dan komunitas ICT
di seluruh Indonesia. Diharapkan bahwa kita bisa saling share apabila
ada masalah.

UU tidak ada sempurna, pasti ada celah-celah permasalahan, ada
kelebihan dan kekurangan. Karena UU adalah payung hukum untuk
pegangan, dalam implementasi perlu cerdas dengan melihat masukan
berbagai pihak. ICT society tidak ada yang negatif dan positif,
tujuan kita adalah sama yaitu untuk membangun bangsa dengan
kreatifitas dan kemampuan yang kita miliki. Perbedaan bisa terjadi,
karena itu kita perlu berkumpul bersama untuk mendapatkan masukan dan
share dari rekan-rekan blogger dan komunitas ICT sekalian.

Beberapa isu yang perlu kita diskusikan hari ini adalah sebagai
berikut.

Tentang situs pornografi atau situs negatif. Perdebatan panjang
apakah situs porno perlu dibebaskan atau tidak. Ada yang mendukung
pembebasan tapi sebagain ada juga yang mengeluh dan gundah dengan
masalah pornografi di Internet. Policy sementara terhadap situs
pornografi adalah kita minimizing, tidak mungkin kita blok seluruhnya
situs pornografi, tapi kita berusaha meminimalisir pornografi. 3
layer pencegahan pornografi: (a) penumbuhan kesadaran berinternet di
masyarakat (filter secara individual di PC masing-masing) , (b) di
kampus, sekolah dan kantor mohon adminnya melakukan filtering, (c)
bekerjasama dengan ISP untuk melakukan filter

Masalah film Fitna. Merupakan perintah presiden bahwa film fitnah
harus di remove dari penyedia informasi. Depkominfo sudah mengirimkan
surat kepada APJII dan ISP supaya menutup (memblokir) terhadap situs
situs atau blog yang memuat film Fitna.

DISKUSI BLOGGER DAN PAK NUH

Wicaksono: Saya blogger dan wartawan koran tempo. Masalah bloking
terhadap film Fitna, kok terlalu banyak korban yang berjatuhan.
Akhirnya situs You Tube yang berguna untuk pembelajaran terblok.
Bahkan situs Multiply, blogspot, dsb ikut jadi korban.

Narpati: Kasus kartun nabi muhammad dengan Wikipedia, akhirnya
wikipedia tidak mau mendelete kartun tadi. Nah kalau di You Tube
terjadi seperti ini gimana, Apakah You Tube akan selamanya diblokir.
Dan apakah wikipedia juga harus diblokir ?

Nuh: Kita tidak ingin menutup You Tube, tapi ingin film Fitna saja
yang diblok. Silakan kalau ada yang memberikan usulan teknis
bagaimana memecahkan masalah ini. Intinya Depkominfo punya dua
tanggungjawab: moral responsibility dan technical responsibility.
Sekali lagi kalau ada yang bisa memberi solusi ngeblok “truknya saja”
bukan jalan raya, silakan disampaikan.

Pande:Ketika sebuah keputusan politik diambil dan itu mengorbankan
layanan lain yang sangat bagus, itu gimana. Manfaat dan mudharatnya
apakah berimbang.

Priyadi: Saya bukan orang yang mengcrack situs depkominfo. Saya
setuju masalah bloking asalkan gak ada collateral damage. China dulu
memblok wikipedia, tapi kemudian bisa melakukan bloking khusus konten
yang tidak dia inginkan. Masalah lain, bloking kan bisa dengan mudah
ditembus. Berhubungan dengan pasal 27 UU ITE, apakah ISP dan Warnet
yang sudah berusaha memblokir tapi tetap tembus harus dituntut karena
masalah seperti itu. Spamming bagaimana ini, ini masalah serius dan
terlewatkan di UU ITE. Bagaimana jika masa depan, blog digunakan
untuk sosialisasi UU, sebelum disahkan oleh DPR.

Izoel Servo: Masalah teknik bagaimana memblok content You Tube, pakai
model flagging. Tapi kalau sudah terlanjur diblok ya nggak bisa
dilakukan.

Nuh: Setuju kalau UU, PP dan Permen itu dilewatkan ke masyarakat dan
salah satunya lewat blog. Turunan UU ITE akan muncul beberapa PP yang
akan diupload ke situs Depkominfo. Nanti silakan diberikan masukan
dan sosialisasi lewat blognya masing-masing.

Edmon: Kita harus mensyukuri bahwa tidak ada satupun dari peserta
diskusi yang menyatakan bahwa pornografi adalah HAM. UU ITE adalah
untuk pemulihan nama baik Indonesia di mata dunia. Dalam konvensi
cybercrime nama Indonesia cukup tercemar. UU ITE memberikan batasan,
karena itu bahasa hukumnya “dengan sengaja” dan “tanpa hak”. Jadi
kalau tidak memenuhi dua unsur itu ya tidak terkena UU ITE. Muatan UU
ITE sangat mengamankan kepentingan masyarakat. Masalah privacy juga
dilindungi oleh UU ITE. Menurut Konvensi cybercrime, kita bisa
memberikan peringatan kepada service provider apabila mendukung
masalah rasis dan xenophobia. Yakinlah tidak akan ada aparat yang
memburu kita semua, karena itu tidak mudah dilakukan dengan
berlandaskan UU ITE.

Nuh: Saya tidak akan terkontaminasi adanya istilah negatif, positif,
cracker, hacker, dsb. Justru energi itu harus digunakan, supaya bisa
jadi positive-sum game, bukan zero-sum game atau negative-sum game.

Boy Avianto: Saya ini blogger sejak tahun 2000. Bangsa kita ini sudah
menjadi bangsa yang minder dan rendah diri. Harusnya buat kompetisi
siapa yang bisa buat content untuk mengcounter film Fitna dan
diupload di You Tube, akan diberi hadiah dan penghargaan. Kebangkitan
informatika dengan kreatifitas digital. Tantang generasi kita untuk
bermain di level kreatifitas, jadi jangan dengan cara blok situs.

Sri: Saya blogger, tenaga pengajar dan penyiar swasta. Saya pikir
yang disampaikan rekan-rekan sudah lengkap, termasuk masalah blokir
situs. Blogger menggunakan blog engine tidak hanya untuk menulis
saja, tapi juga untuk bekerja, uploading materi pembelajaran ke blog
engine, yang saat ini sedang masuk ke proses blokir. Jangan menembak
nyamuk dengan meriam.

Riyogata: Kekhawatiran, apabila ada ISP yang sudah berusaha memblok
tapi tetap ada yang tembus, apakah ISPnya kena. Sengaja atau tidak
sengaja kan rumit, seperti wasit di bola, susah deteksi tackling
apakah sengaja atau tidak. Saya yakin tidak banyak yang tertarik
nonton film Fitna, mungkin hanya sekitar 68% Tapi karena Fitna jadi
heboh dan dilarang, malah membuat dia jadi terkenal dan semua ingin
nonton. BTW, sekedar info tanggal 11 April 2008 akan ada diskusi
antara blogger dan Roy Suryo. Untuk klarifikasi, sportifitas, dan
bukan untuk berantem.

Yusuf Kurniawan: Saya admin di MIFTA, dan aktif di komunitas Linux.
UU ITE adalah anugrah bagi kita semua. Kita harus membuat banyak
kegiatan supaya membuat sibuk berbagai orang sehingga tidak sempat
memikirkan hal seperti itu (Socio-Culture) . Seperti yang diungkapkan
oleh mas Romi Satria Wahono di berbagai event seminar tentang IT dan
pornografi (hehehe numpang beken nih ).

Cahyana: Dihadapan saya ini adalah potensi-potensi bangsa yang
memiliki kepakaran dan expertise yang diharapkan dapat memperbaiki
bangsa. Dalam pembahasan UU ITE, ada “fraksi balkon” yang selalu
mendampingi dalam sidang-sidang dan memberikan usulan-usulan aktif.
Begitu dekat dengan diundangkan, fraksi balkon jadi menipis
kehadirannya. Kelihaian para media, ternyata hanya memotret masalah
pornografi dan pasal 27, padahal UU ITE itu mengulas berbagai hal
ruang lingkup sangat besar tentang transaksi elektronik. Pak Menteri
sudah membuka diri, meminta rekan-rekan untuk memberikan masukan
teknik bagaimana bisa membunuh nyamuk dengan tanpa meriam tadi. UU
ITE mengadopsi undang-undang yang berlaku secara internasional (dua
diantaranya dibawah), dan diperbaiki sesuai dengan kultur Indonesia.
Yaitu: UN Commision for Tradelaw dan Convension on Cybercrime (pasal
perbuatan yang dilarang)

Basuki: Dirjen postel memiliki tugas untuk secara nasional, regional
dan internasional tentang telekomunikasi. Saat ini di dunia
internasional sedang marak diskusi tentang Productive use of ICT,
menggunakan ICT secara produktif. Kita akan konsentrasi di
pemanfaatan ICT untuk kegiatan produktif ini. ID-SRITI bertugas
meskipun tidak khusus masalah spam, tapi inilah lembaga yang bisa
kita gunakan untuk mencegah spamming.

Edmon: Masalah rasis (racist) dan xenophobia (xenophobic) ini adalah
kesepakatan global. Dunia akan melakukan hal serupa kepada kita suatu
saat, seperti yang kita lakukan dengan You Tube. Freedom of speech
dibatasi pada saat mereka melakukan komunikasi, ada koridor hukum
yang melindungi. Masalah ISP apabila dia melakukan dengan sengaja
pasti kena, tapi kalau dia sudah melakukan pencegahan tapi masih bisa
ditembus ya itu tidak sengaja. Masalah hacker, kegiatan penelitian,
pendidikan, ilmu pengetahuan dan ngoprek, ini dilindungi di pasal 34
UU ITE, jadi tidak perlu khawatir.

Nuh: Forum ini forum silaturahmi, yang ada kemungkinan tidak semua
masalah bisa terselesaikan. Mudah-mudahan banyak hal yang kita share
di sini sehingga point-point bisa kita gunakan untuk improve.

Prika Wibisono: Pak Mentri sangat terbuka. Tapi meriam sudah
terlanjur terlempar. Bloking sudah sampai ke mana mana, termasuk
situs multiply, dsb yang isinya berguna. Ini gimana baiknya?

Eko: Siapa sih yang menentukan sebuah konten boleh diblok atau tidak.
Bagaimana dengan orang yang menyebarkan ketakutan dan kebencian
terhadap blogger. Mas eko kemudian memutarkan rekaman radio ketika
mas Roy Suryo menuduh eko, priyadi dan enda sebagai pelaku cracker
situs depkominfo. TV dengan sinetronnya yang tidak mendidik, harusnya
diblok duluan, karena penetrasinya lebih besar.

Kuncoro: Mengajari teman-teman di daerah, indramayu, labuan, dsb
untuk blogging. Friksi di daerah bisa ditekan dengan kegiatan positif
seperti share informasi, blogging, mengisi konten, dsb. Jangan sampai
blogger dituduh oleh satu orang yang mengatasnamakan pakar dan ada
dibelakang Depkominfo.

Tri Wibowo: Mahasiswa UIN, blog pemula. Ada beberapa point dan saran
teknis, yang pertama saya setuju tentang pemblokiran situs yang
merusak moral bangsa. Hanya caranya yang tidak setuju karena ternyata
memblok banyak sekali situs.

Jim Geovedy: Saya kecewa karena banyak yang ngomong diluar konteks.
Banyak ide bagus yang dilontarkan tapi banyak yang di repetitif.
Setuju dengan pendapat Boy bahwa pemerintah seharusnya meng-endorse
konten-konten bahasa Indonesia. Saya termasuk yang terbiasa dalam
filter memfilter dan juga membypassnya. Tidak ada software yang bagus
untuk filtering. Selamat kepada depkominfo, karena membawa isu
bloging di konteks pemerintah, meskipun tidak terlalu penting.

Nuh: Ini adalah forum awal silaturahmi. Seluruh masalah saya yakin
tidak bisa diselesaikan. Posisi Depkominfo terhadap blogger adalah
Part of our Family, positive, melakukan fungsi edukasi dan
empowerment . Nggak mungkin depkominfo menyembelih sendiri anaknya
(yang meresmikan pesta blogger adalah pak Nuh). Kita ingin memberi
kontribusi sekecil apapun ke republik ini, dalam bentuk pemikiran,
ide teknis, dsb. Forum-forum seperti ini harus kita budayakan, kita
bikin secara kontinyu meskipun tanpa dipicu oleh masalah seperti ini.
Asal ada agenda dan topik yang bisa kita bahas. Topik menarik
misalnya sertifikasi elektronik, security, dsb. Ayo kita bikin
creative produk, jangan sampai zero-sume game atau negative sum game.

21:30 Acara selesai. Dilanjutkan dengan ngobrol santai dengan teman-
teman yang selama ini hanya bisa berdiskusi lewat dunia maya. BTW,
dah lama nggak ketemu si Jim Geovedi, kenapa bentuknya makin ancur
gitu yah, ada yang bisa jelaskan?

22:00 Masih pada betah di Depkominfo, weee apa semakin sayang
meninggalkan lokasi pertemuan yah? Eh ternyata pada nunggu hujan
berhenti. Terdengar suara cempreng blogger (negatif?) dari kejauhan,
“mana ujyan, becyek, nggak ada ojyek”

KESIMPULAN DAN PENDAPAT SAYA

Beberapa kesimpulan yang bisa kita ambil pada pertemuan ini, plus
pendapat saya tentang diskusi kali ini saya ungkapkan di bawah. Mohon
maaf saya nggak sempat memberikan pendapat di forum, ingin memberi
kesempatan teman-teman lain mengeluarkan pendapat , jadi ya di blog
ini saja sekalian saya ungkapkan pendapat saya

Pak Nuh menganggap bahwa komunitas blogger adalah positif dalam
melakukan fungsi edukatif dan empowerment, jadi blogger adalah a part
of our (depkominfo) family.

Surat pak Nuh ke APJII dan ISP tidak merujuk ke suatu situs khusus
misalnya You Tube, tapi meminta APJII dan ISP bergerak memfilter
situs dan blog yang memuat film Fitna (download:
suratpemblokirandep kominfo.pdf) . Khusus untuk You Tube, pak Nuh
memang mengirimkan surat permintaan ke pihak You Tube supaya film
Fitna segera di delete dari server. Ada kemungkinan APJII dan ISP
“ketakutan” dengan surat ini sehingga akhirnya melakukan bloking ke
berbagai situs yang sebenarnya tidak terlalu penting di blok. Setelah
pertemuan dengan blogger, pak Nuh cs menjadwalkan untuk bertemu
dengan teman-teman APJII dan ISP, mudah-mudahan bisa diclearkan
masalah ini, sehingga blocking yang dilakukan tidak membabi buta
seperti sekarang ini.

Pak Nuh membuka diri, kalau ada usulan dari rekan-rekan untuk teknis
memfilter suatu konten tanpa perlu memblokir situs secara
keseluruhan. Jadi tidak terjadi ingin membunuh nyamuk tapi dengan
meriam. Ayo kita bantu memberikan usulan-usulan efektif supaya lebih
riil menyelesaikan masalah.

UU ITE adalah UU yang diharapkan bisa melindungi seluruh masyarakat
Indonesia, bukan untuk memberangus atau menangkapi masyarakat
Indonesia. Banyak pasal yang memberikan perlindungan hukum masyarakat
Indonesia dalam melakukan transaksi di Internet.

Sudah sering saya sebut, mencegah cybercrime termasuk pornografi bisa
dengan tiga cara: Hukum, Teknologi dan Socio-Culture. Hukum,
alhamdulillah sekarang kita punya UU ITE, teknologi yang sekarang mau
ditempuh meskipun masih banyak permasalahan, dan yang paling efektif
adalah socio-culture. Membuat generasi muda kita sibuk dengan
berbagai kreatifitas dan project adalah salah satu teknik socio-
culture. Membuat generasi muda kita tidak sempat lagi melihat
pornografi atau menjadi cracker dengan melakukan pengerusakan.
Berbagai teknik ini yang saya gunakan selama ini, meskipun saya
pengakses Internet yang sangat tinggi, saya tidak pernah terjebak
masuk ke masalah pornografi. Saya terlalu sibuk, harus ngerjakan
berbagai project, coding, blogging, learning dan nulis paper. Saya
juga setuju usulan mas Boy Avianto untuk membuat kompetisi
pengembangan content kreatif yang bisa mengcounter film Fitna atau
konten lain yang lebih menarik dan bermanfaat bagi seluruh kalangan
masyarakat.

Pemblokiran You Tube dan Multiply saya yakin merugikan banyak pihak
di Indonesia. Hanya kalaupun sudah terlanjur ditutup apakah kita
hanya bisa teriak, atau bersedih dan meratap? Kenapa tidak kita
jadikan timing dan peluang ini untuk memproduksi konten-konten dan
engine-engine lokal yang produktif dan menarik. Industri Internet di
Indonesia juga bisa jadi tumbuh apabila kita punya pemikiran positif
seperti ini. Mudah-mudahan setelah IlmuKomputer. Com yang saya bangun
sejak tahun 2003 stabil, saya ingin memproduksi konten kreatif lain,
multimedia untuk pendidikan anak-anak, multimedia yang berisi TTG
untuk para petani dan peternak, dsb. Tak ada kata menyerah bagi para
pedjoeang. Kalau You Tube nggak ada, ya kita bikin Loe Tube atau Ente
Tube, kalau multiply nggak ada masih ada dagdigdug-nya om enda, gitu
saja kok repot

Untuk sementara itu dulu. Tolong koreksi kalau ada yang salah
terlewat, terutama saya yakin nama-nama yang saya tulis banyak yang
salah. Banyak yang ngomongnya buram sih Sampai bertemu lagi di lain
event dan lain topik diskusi.

Tetap dalam perdjoeangan!

6 Responses to “Hasil Diskusi Blogger dan Komunitas Maya dengan pak Nuh”

  1. Areta April 20, 2008 at 8:11 pm #

    Setuju mas, pendekatan socio culture lebih efektif digunakan karena pencegahan yang berasal dari dalam budaya masyarakat akan lebih efektif daripada membentengi dengan pagar tinggi.
    Lebih baik energi yang ada kita gunakan untuk memberikan edukasi yang baik kepada masyrakat sehingga kita tidak ketinggalan teknologi dibanding negara-negara lain. Mungkin konsep IT kita harus lebih membumi dengan, seperti kata mas, multimedia untuk para petani, peternak dan komponen masyarakat lain yang selama ini tidak terjamah IT.
    Mari berdjuang!!

  2. lubis April 28, 2008 at 10:11 pm #

    LIRIKAN SUNYI

    sungai terpanjang setelah Nil
    adalah cintaku
    seperti saat ini aku bersemedi
    dilekuk alismu
    menunggu lirikan sunyi

    malang

    JENBATAB TAKDIR

    mari kita berjabat tangan
    menunggu kpastian
    biarlah Takdir
    menjadi jembatan
    untuk kita saling menuai rindu dan harapan

    malang

  3. lubis April 28, 2008 at 10:19 pm #

    areta met kenal yaa
    aq hendik malang
    emel esbe_lubis@yahoo.com

  4. lubis April 28, 2008 at 10:21 pm #

    sangat sepakat
    kita tu bukan otot yang main tp otak jadi tidak lansung serompot sana sini yang jelas q setujuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu
    sukses

  5. Agus Ramada Setiadi April 30, 2008 at 1:56 am #

    Salam Petani dan Peternak! Salut atas perjuangannya mas, sebagai petani dan peternak yang coba memanfaatkan teknologi di mana kehilangan manakala youtube sempat tidak bisa diakses, begitu pula dengan blogspot.com yang terkadang susah dibuka.

    Hatur Nuhun.

    Agus Ramada S
    dombagarut.blogspot.com

  6. lubis May 11, 2008 at 8:47 am #

    aq lah yang merindukanmu dari sisa celah kemarin
    dalam benakku
    aku tak menyerahkan kehendak
    yang terlintas di aura mu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: