Buku si Blogger Gokil : Review by PAMAN TYO. [Antyo Rentjoko]

7 Jan

Buku si Blogger Gokil : Review by PAMAN TYO. [Antyo Rentjoko],
http://blogombal. org/2007/ 09/21/buku- si-blogger- gokil/
Jumat, 21 September 2007 01:19 | Lihat Baca Dengar

KOCAK, NAKAL, SESEKALI SERIUS.

Asmara Letizia Wreksono karya si gokil

JUDUL: Gokil! Sebuah Kompilasi Kedodolan • PENULIS: Miund • PENERBIT:
Rahat Books, Jakarta (cetakan kedua**, Juni 2007) • TEBAL: x + 222
halaman • HARGA: Rp 29.900

Namanya sungguh elok: Asmara Letizia Wreksono. Nama panggilannya
gagah: Miund — mengingatkan saya kepada Bang Mi’un. Jika kelokan dan
kegagahan digabung jadilah kelucuan.

Saya mengenal blognya, yang kemudian jadi buku ini, pada 2004. Bukan
sebagai pembaca rutin sih. Kesan saya, si blogger itu adalah cewek
urban, periang, kreatif, arah pikirannya sulit ditebak (mungkin juga
sering macet kayak lalu-lintas Jakarta), easy gowing (biar dikoreksi
dia karena nggak suka lelaki yang artikulasinya payah), dan impulsif.

Blognya dia tulis selancar ngoceh di telepon dan mungkin (eh, semoga)
sengaco dia nyanyi di kamar mandi. Sepenuh hati, ringan, semaunya,
zig-zag, orisinal. Setelah selesai mungkin rasanya selega pasca-ritus
pagi hari di kamar kecil — misalnya dia rajin bangun pagi.

Sebagian tulisan blogger penggigit kuku ini memindahkan rumpian ringan
dalam keseharian. Misalnya kalau PRT hamil, pembuahan dilakukan kapan
dan di mana? (hal. 59-60), atau bekas bos, sang pendamba perhatian
yang selalu memancing-mancing untuk ditanggap (hal. 22-29). Ada juga
keterpukauan pada pandangan pertama ketika melihat Pak Polisi bertugas
(hal. 11).

Tapi segokil-gokilnya dan sedodol-dodolnya seorang Asmunah, eh Asmiun,
eh Asmara, yang pernah jadi korban Orbar Amputra*, ada saja hal yang
menyentuh, bahkan mengundang permenungan.

Misalnya? Tante Miund yang sering dijauhi anak kecil, bahkan seorang
ibu menjadikan sosok Miund sebagai alat untuk menakut-nakuti anaknya.

Ada lagi, yaitu sebuah gugatan diri tentang “emansipasi wanita”.
Intinya: jangan melupakan “kodrat” sebagai ibu maupun istri .
Ujung-ujungnya, menurut Miund, kalau wanita mengakrabi dunia
domestiknya, dan rajin merawat diri, maka suami tak akan berpaling ke
wanita lain yang lebih cantik, lebih muda.

Miund pun menyoal wanita-wanita yang hanya menuntut dari suaminya,
“tanpa berkontribusi apa-apa secara fisik maupun mental…”

Jika itu terjadi, Miund bilang…

“Maka kita harus bersiap-siap suatu hari nanti penis suami kita
tersebar melalui youtube dan ditertawakan perempuan-perempuan single
sok tahu…” (hal. 124).

Duh Nak Miund, apa sesederhana itu persoalannya? Ada-ada saja.😀 Maka
izinkanlah saya mementahkan pencerahanmu, Nak. Kalau memang lakinya
nakal (dan pemberani, eh nekat, eh ngawur), dan sedang kelibet entah
apa, padahal penisnya kecil, ya tetap saja berselingkuh.😀 Konon
enak, sih.😛

Begitulah Miund. Tulisannya seperti pelangi yang tersusun dari
sekumpulan permen. Enak dikunyah, tinggal dipilih.

Tapi dalam satu perkara, setidaknya sampai buku ini saya baca, dia
sama polos dan udiknya dengan saya, karena menyimpan penasaran yang
sama.

Soal apa? Siapa contoh sosok yang jadi responden (Nielsen?) untuk
menentukan peringkat dan alat apa yang dipakai untuk mencatat perilaku
bertelevisi mereka? Dia belum pernah ketemu orangnya, apalagi melihat
alatnya.

Makanya saya nggak minder. Miund yang suka TV, dan bekerja di produksi
TV, aja kagak ngatri apalagi saya. Ketemu responden angket koran dan
majalah, saya pernah (bukan sebagai pemesan lho). Tapi ketemu
responden untuk pemeringkatan, saya belum pernah.

Ketemu Miund? Belum. Tapi dia baik kok. Desainer grafis yang perajut
dan tak berani potong rambut asimetris ini pernah kirim sampel kuenya
ke saya untuk promosi. Sekarang dia mau ajak kopdar penggemar. Saya
mau minta tanda tangan di buku yang saya beli sendiri.

*) Ini idolanya Miund. Kalau Anda nggak kenal Orbar berarti kurang gaul.

**) Seingat saya (tolong dikoreksi), contoh buku di toko mencantumkan
“cetakan ketiga”. Tapi buku terplastiki yang saya dapat ternyata
“cetakan kedua”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: