Profesi Pustakawan Kadang Dianggap Aneh

28 Dec

YOGYAKARTA – Profesi pustakawan kerap menimbulkan sikap pro dan
kontra, kurang dikenal masyarakat, dan kadang dianggap aneh. Piere
Butler misalnya, menolak pustakawan sebagai profesi dan dia meragukan
bahwa ilmu perpustakaan sebagai cabang ilmu pengetahuan karena miskin
teori.

Pendapat itu didukung oleh William Goode yang mengatakan,
kepustakawanan lemah terhadap kliennya. Hal itu berbeda dengan profesi
dokter, apoteker, hakim, dan lainnya yang mampu memengaruhi kliennya.

Hal itu dikemukakan oleh pustakawan UGM Drs Lasa Hs MSi ketika
mengucapkan pidato pengukuhannya sebagai pustakawan utama setara
dengan guru besar UGM di Perpustakaan UGM Unit 1 kampus Bulaksumur
Yogyakarta, Kamis (6/9).

Menurut dia, sebenarnya terbuka peluang untuk pengembangan diri bagi
para pustakawan terutama di era global ini.

Mereka sebenarnya bisa memanfaatkan semua sumber informasi baik media
cetak maupun elektronik, hubungan sesama profesional dan ilmuwan serta
seperangkat aturan ataupun kemudahan yang disediakan oleh pemerintah.

”Namun sebagian besar pustakawan kurang mampu menunjukkan kinerja
yang profesional, antara lain karena kurang percaya diri, kurang
motivasi, terjebak rutinitas, takut melangkah, dan lainnya,”
tambahnya.

Belum Menjamin

Pada kesempatan itu juga mengucapkan pidato pengukuhan sebagai
pustakawan utama UGM yaitu Drs Purwono SIP MSi yang antara lain
mengemukakan, pustakawan merupakan salah satu unsur penggerak
mekanisme organisasi atau lembaga kerja yang disebut perpustakaan.
Untuk itu diperlukan sejumlah tenaga yang berkualifikasi pustakawan
sesuai kebutuhan.

Banyak faktor yang memengaruhi kinerja pustakawan, di samping
pendidikan, juga penempatan, rotasi kerja, iklim dan situasi kerja
serta sistem manajemen. Pendidikan tinggi belum menjamin kinerja yang
baik jika situasi dan sistem manajemen perpustakaan tidak memberi
kesempatan kepada pustakawan untuk berkarya dalam upaya pengembangan
kariernya.

”Yang tidak kalah pentingnya adalah motivasi pustakawan dalam
menghadapi tantangan dan menjadikannya sebagai peluang serta tentu
saja kesadaran para pustakawan akan pembelajaran sepanjang hayat,”
imbuhnya. (P12-70)
Sabtu, 08 September 2007 – SUARA MERDEKA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: