Kendro, Menciptakan Aplikasi Gerak Tanpa Henti

27 Dec

oleh PEPIH NUGRAHA

Telepon seluler hanyalah benda mati. Ia menjadi “hidup” dan bermakna
karena manusia menghidupkan dan memaknainya sebagai kebutuhan.
Negeri ini belum mampu menciptakan telepon seluler atau ponsel,
kecuali memasarkannya sampai ke pelosok desa.

Tidak banyak yang tahu, ada orang Indonesia yang mampu menciptakan
aplikasi peranti bergerak yang memungkinkan sebuah ponsel lebih
bermakna dan bergaya.

Orang Indonesia itu bernama Kendro Hendra. Dialah pencipta puluhan
aplikasi peranti lunak yang memungkinkan sebuah ponsel memiliki
kelebihan. Jika sulit membayangkan aplikasi peranti lunak, bayangkan
seseorang yang menciptakan permainan (games) yang ditanamkan pada
ponsel. Ponsel itu pun akan memiliki fitur lebih dibandingkan ponsel
lainnya.

Apa yang Kendro ciptakan bukan sekadar dolanan, tetapi sebuah
aplikasi yang memungkinkan ponsel memiliki tingkat keamanan tinggi,
meski dicuri orang. Mungkin harga sebuah Nokia communicator sebagai
devices “tidak seberapa” dibandingkan data-data yang tersimpan di
dalamnya, entah teks, foto, atau video. Jika data rahasia turut
lenyap seiring hilangnya ponsel, maka celakalah. Kendro menciptakan
hal-hal kecil yang tidak banyak dipikirkan orang, tetapi bermanfaat
bagi banyak orang.

“Salah satu peranti yang saya ciptakan untuk menyelamatkan data yang
hilang itu bernama AirGuard, yang sudah ditanamkan di ponsel
communicator Nokia. Saya bisa menghubungi pencuri telepon, meski dia
sudah mengganti simcard-nya dengan nomor lain,” kata Kendro saat
ditemui di arena Nokia World 2007 di Amsterdam, Belanda, 5 Desember
lalu. Sebagai mitra, Kendro yang membangun perusahaan InTouch itu
hadir atas undangan Nokia.

InTouch adalah satu dari sedikit perusahaan komunikasi dan informasi
Indonesia dengan reputasi internasional. Kantor pemasaran perusahaan
yang didirikan tahun 1996 itu berada di Singapura. Di Indonesia,
InTouch mempekerjakan sekitar 60 karyawan yang setiap hari berkutat
menciptakan peranti lunak.

Lisensi peranti lunak yang memiliki kata depan “Air” selain AirGuard
tersebut antara lain AirAlbum, AirFax, AirRadio, dan AirVouchers.
Tetapi, aplikasi paling luas dan banyak digunakan adalah
SettingsWizard dan S80-DataMover yang dilisensi Nokia secara global
untuk dimasukkan dalam setiap ponsel Symbian S60 Nokia. Kini, temuan
Kendro itu diterjemahkan ke dalam 127 bahasa.

SettingsWizard adalah peranti lunak yang ditanamkan di ponsel Nokia,
di mana saat pemilik ponsel memasukkan simcard dari operator seluler
mana pun, ponsel itu otomatis bisa men-setting sendiri, baik SMS,
MMS, e-mail, maupun GPRS, sehingga tidak harus diketik ulang.
Demikian juga S80-DataMover yang memungkinkan pemindahan data secara
otomatis dari satu ponsel ke ponsel lain atau dari satu communicator
ke communicator lain, juga tanpa harus mengetik ulang.

“Banyak orang enggak percaya bahwa itu aplikasi buatan orang
Indonesia. Dengan aplikasi yang diterjemahkan ke dalam 127 bahasa,
menunjukkan orang Indonesia punya kemampuan,” kata Kendro yang
mempekerjakan dua orang Singapura sebagai tenaga pemasaran global
bagi produk-produk InTouch.

Membangun perusahaan

Dilahirkan di Palembang tahun 1955, Kendro yang kini lebih sering
mukim di Singapura itu bukan orang kemarin sore yang serta-merta
akrab dengan dunia informasi dan teknologi (IT). Bidang ini,
khususnya sebagai pengembang aplikasi bergerak atau mobile
application developer, sudah ia geluti saat kuliah jurusan ilmu
komputer di Kanada selepas menamatkan sekolah menengah atas di tanah
kelahirannya.

Seusai menyelesaikan masternya di Kanada, ia langsung kembali ke
Indonesia tahun 1981. Sampai saat ini Kendro sudah berhasil
menciptakan sekitar 30 peranti lunak yang semuanya khusus untuk
aplikasi bergerak.

Pria yang menikahi Linda Widjaja, teman kuliahnya di Kanada, itu
memulai usaha dengan mendirikan perusahaan InMac, yakni distributor
Apple Macintosh. Pada awal 1990-an Kendro mulai terjun pada aplikasi
bergerak setelah Apple mengeluarkan PDA (personal data assistant)
pertama bernama Newton. Tahun 1996 Nokia mengeluarkan communicator
9000 pertamanya.

Nokia cabang Indonesia kemudian menawarinya kerja sama dalam hal
peranti lunak apa saja yang bisa disuntikkan ke dalam communicator.
Pada Februari 1999, saat Kendro ditawari kerja sama dengan Nokia
Asia Pasifik, ia membangun perusahaan di Singapura karena wilayah
operasinya regional, tetapi pengembangan tetap dilakukan di
Indonesia.

Mengapa harus membuka kantor di Singapura?

“Jujur saja, Pemerintah Singapura memberikan insentif yang baik.
Badan penanaman modal Singapura juga sangat mendukung dengan
memberikan insentif, grand, tax holiday, dan subsidi lain yang
sangat menguntungkan buat orang berusaha,” kata Kendro.

Ditanya apakah banyak orang Indonesia yang berpikiran maju di bidang
IT, ayah tiga anak ini tanpa ragu menjawab, “Banyak.”

Kemampuan IT anak-anak muda Indonesia, kata Kendro, tidak kalah
dengan orang-orang India. Hanya kalau bicara outsourcing IT itu,
selalu merujuk ke Bangalore, India, salah satunya karena anak-anak
muda India unggul dalam berbahasa Inggris. Karena itu, mereka lebih
cepat menyerap ilmu dan tanggap terhadap tren baru.

“Selain menguasai bahasa programming, anak-anak muda Indonesia wajib
menguasai bahasa Inggris. Punya bakat besar di bidang IT tetapi
terkendala bahasa Inggris, kan sayang kalau larinya cuma jadi tukang
hacker,” tutur Kendro.

Pria berkacamata ini tidak berhenti mencipta peranti baru. Kini ia
mengembangkan Mobile Reward Exchange (MORE) sebagai “mata uang baru”
dalam berbisnis. Alat bayar baru dari kumpulan reward (bonus/diskon)
beberapa perusahaan dapat ditukar dengan barang apa pun yang menjadi
mitranya. Kelak, orang membayar burger dari reward pembelian buku di
Toko Buku Gramedia, misalnya, hanya dengan menunjukkan jumlah reward
kepada kasir cukup dari ponselnya.

Sumber:
Kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: