Sergey dan Larry, Tokoh di Balik “Google”

14 Dec

Simon Saragih

Angkat topilah kepada Sergey Brin dan Larry (Lawrence) Page. Hanya
dalam waktu 10 tahun lebih, mereka berhasil menempati posisi 10
besar warga terkaya di AS. Dari generasi orangtua yang relatif
biasa, dua anak muda brilian ini menjadi bahan pembicaraan dan
dianggap fenomenal.

Jangan salut pada kekayaan mereka, tetapi pada falsafah hidup dan
niat mereka seperti googol; julukan bagi 100 angka nol di belakang
angka 1 (satu). Ya, Google berasal dari kata googol yang
diplesetkan.

Di situs milik majalah Moment, Mark Malseed menyebutkan dua orang
ini bersahaja, pria baik-baik, dan tak terlena oleh kemewahan.
Sergey (34) tak pernah bisa melihat makanan tersisa di piring.
Demikian pula Larry (34), ia tak silau dengan atribut kemewahan,
walau mereka kini memiliki pesawat pribadi Boeing 767 yang disulap
menjadi rumah mewah untuk perjalanan mereka.

Google Inc berkantor di Googleplex, di selatan San Fransisco Bay.
Majalah Fortune pernah menjuluki Googleplex sebagai tempat bekerja
terbaik di AS pada tahun 2007. Suasana kekeluargaan, makanan gratis
tiga kali sehari, lokasi perawatan bayi bagi ibu muda, serta kursi
pijat elektronis pun tersedia.

Kedua orang ini bertemu ketika sama-sama belajar teknik komputer di
Stanford University tahun 1995. Pertemuan itu ditandai dengan
perdebatan, tetapi mereka tetap menjalin kontak dan terus saling
beradu argumentasi.

Keduanya lalu mendirikan sergeyandlarry— proyek yang kemudian
melahirkan Google, dimulai dari sebuah garasi di Menlo Park,
California
, milik Susan Wojcicki, yang kini menjadi Wakil Presiden
Manajemen Produk Google. Susan adalah kakak Anne Wojcicki, istri
Larry.

Situs ini khusus mendalami pencarian informasi hasil-hasil riset
yang sudah dituangkan internet. Idenya sederhana. Di dunia akademis,
Anda akan dianggap berkualitas dan makalah Anda lebih bernilai, jika
semakin banyak mengutip hasil-hasil riset hebat.

Akan tetapi, butuh 5.700 tahun mencari informasi pada tiga miliar
halaman Google yang ada sekarang. Pertanyaan mereka adalah bagaimana
mendapatkan informasi itu dalam hitungan detik dengan hanya membuka
satu situs bank data?

You Google it! (Anda cari saja di Google), demikian majalah Forbes
pada edisi 26 Mei 2003, menceritakan sukses dari jerih payah duet
ini.

Sebelum Google muncul, mencari informasi yang relevan di internet
sama seperti berjalan pada malam gelap. Tahun 1998 Google.com muncul
dan kini dianggap sebagai mesin pencari terbaik di dunia. Google
menenggelamkan pamor Overture, LookSmart, InfoSpace, FindWhat dan
Ask Jeeves.

Namun, jalan mereka menuju sukses tak mudah. Untuk mewujudkan
Google, mereka harus meninggalkan kuliah pada program doktor
komputer di Stanford. “Saya kecewa. Bukankah mahasiswa meraih gelar
doktor lebih dulu baru bekerja?” demikian Genia Brin, ibu Larry.

Namun, Sergey dan Larry sangat yakin, ide mereka berguna bagi banyak
orang dan bisa membuat orang menemukan apa saja yang diinginkan
lewat internet. Sergey dan Larry terus berkutat mewujudkan ide
mereka. Larry bahkan disebut sebagai “beragamakan” teknologi, saking
seriusnya dengan riset teknologi komputer. Sergey, si anak rumahan,
memilih bekerja terus.

Keluarga intelektual

Lingkungan kedua orang ini adalah orang-orang intelek. Ayah Sergey,
Michael Brin, adalah doktor matematika lulusan Universitas Moskwa,
Rusia
. Kakeknya juga doktor matematika. Namun, diskriminasi dan
impitan karier terhadap etnis Yahudi di Rusia membuat Michael Brin
memilih keluar dari Moskwa tahun 1979. Ibu Sergei, Genia, periset di
Badan Luar Angkasa Amerika Serikat NASA.

Larry adalah putra Carl Victor Page (almarhum), doktor komputer
pertama AS dari University of Michigan dan profesor teknologi
komputer di Michigan State University. Ibu Larry, Gloria Page,
pengajar program komputer.

Adik Larry, Carl Victor Page Junior, pendiri eGroups yang sudah
dijual ke Yahoo! sekitar 500.000 dollar AS.

Setelah mantap dengan temuan itu, keduanya melakukan demo singkat di
depan Andy Bechtolsheim dari Sun Microsystems. Andy, imigran asal
Jerman memberi cek 100.000 dollar kepada “Google Inc“. Sebelumnya,
Sergey sempat ditolak masuk Massachusetts Institute of Technology
(MIT) dan Larry tertatih-tatih mencari donatur.

Pada akhir tahun 1990-an, tak ada yang peduli dengan mesin pencari
(search engine) di tengah hadirnya American Online (AOL) dan Yahoo!,
yang sudah meraup untung besar dengan menawarkan produk e-mail,
berita, ramalan cuaca, dan sebagainya.

Namun, Sun Microsystems telah memberi mereka ruang gerak. Mereka
terus mendalami produk pencari informasi, dengan melakukan segala
modifikasi dan inovasi produk dari waktu ke waktu.

Belum sukses menjadi situs pencetak uang, tak membuat mereka mundur.
Namun, seiring dengan berjalannya waktu, Google sudah banyak
dijelajahi orang. Kini, sekitar 300 juta orang membuka Google setiap
hari. Setidaknya Google bisa diakses dalam 88 bahasa, termasuk
google basa jawa (berbahasa Jawa).

Sebelum sesukses sekarang, mereka membuat situs yang menghindari pop-
up (muncul situs lain yang tidak Anda inginkan pada saat Anda
mencari satu informasi di internet). Muncul pula Google Bar yang
membuat Anda bisa mengakses informasi, walau sedang membuka situs
lain karena Google otomatis tampil di situ.

Google lalu ditawari AOL iklan senilai satu miliar dollar AS atas
kesediaan Google menampilkan iklan pada lembaran komputer, seiring
dengan tampilnya informasi yang Anda cari di Google.

Wall Street, bursa saham AS, kemudian berebutan atas saham Google,
yang kini di atas 500 dollar AS per lembar. GoogleWords,
Google’sAdsense, membuat Google menjadi situs utama bagi perusahaan
pemasang iklan.

Google adalah perusahaan fenomenal yang tidak pernah dibayangkan
oleh warga AS sekalipun. “Menjadi yang terbaik tidak menjadikan kami
terlena. Itu malah tantangan,” kata Larry, Presiden Produk Google.

“Kesederhanaan (simplicity) web adalah yang disukai penjelajah
internet. Kami ingin menawarkan web yang tidak saja ingin mencari
informasi, tetapi web yang menyenangkan, ” kata Sergey, Presiden
Teknologi Google.

Bagaimana mereka bisa sukses? “Cerita orangtua soal Rusia, dan
pengalaman masa kecil saya yang selalu takut menghadapi otoritas di
Rusia. Juga kesediaan ayah saya mengambil risiko hijrah ke AS telah
membuat saya memberontak, ” ujar Sergey melukiskan niatnya untuk
menghapus kekecewaan sang ayah soal Rusia.

Suatu saat, di samping ayahnya, Sergey berujar, “Terima kasih, Pak,
telah membawa saya ke AS.”

Michael, ayah Sergey, merendah. “Ide kewirausahaan Sergey pasti
tidak datang dari latar belakang kehidupan keluarga. Akan tetapi,
saya bangga, tak pernah menyangka dia akan seperti ini,” kata
Michael.

Namun, sukses bisnis Google juga dipoles setelah Sergey dan Larry
menyewa Eric E Schmidt, mantan karyawan Sun Microsystems. Di balik
sukses inovasi Google juga ada sekian banyak doktor matematika
dengan lulusan terbaik.

BIODATA

Nama: Lawrence (Larry) Page
Lahir: Lansing, Michigan, AS, 26 Maret 1973
Status: Pendiri dan menjabat sebagai Presiden Produk-produk Google
Inc

Kekayaan bersih: 18,5 miliar dollar AS (2007), nomor lima terkaya di
AS bersama Sergey berdasarkan majalah Forbes, Maret 2007
Sekolah: SD, SMP Montessori, Lansing, Michigan. SMA dari East
Lansing
. Sarjana Muda dari University of Michigan bidang teknik
komputer, gelar master dari Stanford University
Penghargaan: Global Leader for Tomorrow dari The World Economic Forum

Nama: Sergey Brin
Lahir: Moskwa, Rusia, 21 Agustus 1973. Pada 1979 keluarganya
bermigrasi ke Maryland, AS
Sekolah: SD, SMP di Paint Branch Montessori School, Adelphi,
Maryland
. SMA di Eleanor Roosevelt, gelar master dari University of
Maryland
, bidang matematika. Dia mendapat beasiswa dari National
Science Foundation
untuk belajar di Stanford University, bidang
komputer. Sama seperti Larry, ia meninggalkan program doktor untuk
mendalami Google
Penghargaan: Januari 2005 ia bersama Larry Page dinominasikan
sebagai Young Global Leaders oleh World Economic Forum. Tahun 2007
ia dinyatakan sebagai nomor satu dari 50 orang terpenting di web
Istri: Anne Wojcicki, menikah di Bahamas, 2007

Sumber:
www.Kompas.com

One Response to “Sergey dan Larry, Tokoh di Balik “Google””

  1. Ikhsan Ahmad Faruqi January 13, 2008 at 3:02 am #

    wah thanks ya atas informasinya tentang om sergey and om larry

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: