Perpustakaan Maya

14 Dec

http://www.jurnalnasional.com/?med=Koran%20Harian&sec=Pendidikan%20dan%20Kebuday\aan&rbrk=&id=21212

Rabu, 07 Nov 2007
Perkembangan internet membuat akses dan pertukaran informasi semakin
mudah. Kemudahan ini cenderung membuat mahasiswa meninggalkan
perpustakaan dan mencari bahan tulisan ilmiah mereka di internet.

Ketua Program Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia Dedy
Nur Hidayat mengatakan, ke depan, tradisi riset di internet akan
semakin menggejala dan menjadi hal yang umum untuk dilakukan.
“Sumber yang ada di internet sangat beragam, mulai dari jurnal ilmiah
online, weblog pribadi, ataupun situs media massa . Materi yang
tersedia pun semakin banyak, informasi mudah mencari, dan up to
date,” jelas Dedy.

Tjiptono, Fandy dan Totok Budi Santoso dalam buku Strategi Riset
Lewat Internet memaparkan beberapa keunggulan dalam pemanfaatan
internet sebagai media riset. Dari segi konektivitas dan jangkauan
global, pengaksesan data dan informasi melampaui batas-batas negara.
Kondisi tersebut memungkinkan peneliti mendapatkan informasi dari
database dan perpustakaan yang lengkap di seluruh dunia dan juga
berasal dari beraneka ragam sumber.

Kemudian akses informasi di internet tidak dibatasi waktu karena
lingkupnya yang global. Dilihat dari kecepatan, bila dibandingkan
dengan sumber data tradisional, riset melalui internet jauh lebih
cepat, karena bersifat real time. Kecepatan ini bisa dibandingkan,
misalnya pencarian informasi secara elektronik melalui mesin pencari
(search engines) dengan pencarian lewat katalog perpustakaan atau
pencarian buku/jurnal di rak-rak perpustakaan. Selain kecepatan,
kenyamanan juga akan didapatkan, karena peneliti lewat internet tidak
harus menghadapi berbagai birokrasi. Selain itu, berbagai fitur
(features) yang di rancang khusus dan user-friendly sangat memudahkan
peneliti mengakses berbagai situs internet. Kemudahan akses juga akan
didapat dengan adanya dukungan fasilitas komputer yang terhubung ke
internet baik itu di kampus, di warnet (warung internet) maupun milik
pribadi.

Dibandingkan membeli jurnal asli, penelusuran informasi lewat
internet jauh lebih murah. Apalagi banyak situs yang menyediakan jasa
informasi secara cuma-cuma. Pencarian data juga akan lebih interaktif
dan fleksibel jika topik dan hasil riset bisa didiskusikan melalui
sarana di internet misalnya mailing list atau chatting. Dengan itu,
peneliti bisa mengikuti perkembangan terbaru atau meminta komentar
dan penilaian dari berbagai pihak.

“Tapi internet juga punya kelemahan. Kita tidak bisa mengontrol
apakah sumber itu reliable. Selain itu, data di internet sangat mudah
untuk dimaipulasi. Bisa saja seseorang mengambil informasi di blog
lalu diubah-ubah sedikit,” kata Dedy.

Ia juga menegaskan perlunya inisiatif dari dosen pembimbing yang
bersangkutan untuk mengecek informasi dari internet yang ada dalam
karya ilmiah. “Karena data yang ada sulit dikontrol, maka yang paling
penting adalah mendahulukan control terhadap keautentikan data,”
ujarnya. Hal serupa juga dipaparkan Tjiptono, Fandy dan Totok Budi
Santoso. Menyebarkan kuisioner di internet membuat peneliti sulit
mengidentifikasi identitas responden. Setiap orang bisa saja mengisi
kuesioner secara on-line tanpa bisa dicegah atau dibatasi, termasuk
yang bukan target respons.

“Belum tentu responden menggunakan identitas asli. Oleh karena itu,
membuat riset secara on-line harus benar-benar selektif dalam
menentukan sampling dan cara responden memberikan jawaban,” tulis
mereka dalam buku.

Selain itu informasi di internet sangat banyak dan beragam, namun
tidak semuanya dibutuhkan. Pencarian tanpa strategi khusus bisa
membuat peneliti pemula di internet mengalami frustrasi. Dan ancaman
virus kadangkala sangat menggangu kelancaran. Karena setipa orang
bebas membuat homepage dan menampilkan berbagai informasi
maka tidak semua data dan informasi yang didapatkan valid untuk
dijadikan acuan dalam penelitian. Selain itu sumber informasi di
internet mudah berubah. Mau tak mau, peneliti harus selalu mencermati
perubahan tersebut bila mengutip sumber bersangkutan.
Berbagai penelitian menunjukkan, internet lebih efektif untuk
menjangkau responden yang termasuk kelompok berdaya beli atau
berpenghasilan dan berpendidikan relatif tinggi. Dengan demikian,
internet kurang efektif bagi penelitian yang kelompok sampelnya
adalah masyarakat golongan menengah ke bawah. Kekurangan lainnya
terletak pada kecepatan akses. Jika waktu akses lambat, tentu
biayanya akan semakin mahal.

Ika Karlina Idris

4 Responses to “Perpustakaan Maya”

  1. nando ahmad February 5, 2009 at 10:28 am #

    mohon dikirimi buku belajar exel yang praktis

  2. medy saputra October 12, 2009 at 5:25 pm #

    pengen nih belajar excel kirimin dong tutorialnya

  3. medy saputra October 12, 2009 at 5:35 pm #

    please ajarin excel lg butuh bgt niyyy

  4. Zaini miftah November 19, 2009 at 11:07 am #

    Pingin blajar exel kirimin tutorial ny dong…trimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: