Minggu Buku Anak-anak: Bagaimana Pemerintah Belanda membangun cinta Perpustakaan Impian

22 Oct

Oleh Agnes

Sumber: http://agnes.ismailfahmi.org/node/539

Di ruangan seluas sekira 15 x 20 meter itu, tiba-tiba saja melintas
keinginan kuat dalam hatiku. Suatu hari nanti, aku ingin membuat yang
seperti ini. Ruangan luas dengan karpet terhampar, penuh deretan buku
dalam jejeran lemarinya. Ah, andai di rumahku nanti, ada ruangan
seperti ini. Tak perlu seluas 300 meter persegi. Tapi hamparan karpet
yang nyaman, dengan boneka-boneka lucu, bantal guling empuk
warna-warni, meja dan kursi kecil-kecil berbentuk binatang, dengan
tebaran buku seluas mata memandang. Ah, tentu anak-anak akan senang.
Bukan cuma anak-anakku, tapi anak-anak di sekitar rumahku dan
anak-anak di daerahku barangkali. Mereka bukan cuma senang, tapi mana
tahu ruangan itu bisa membuat mereka menjadi pencinta buku.

Di dalam bibliotek (perpustakaan) komplek rumah kami, di situlah saat
itu aku bermimpi. Aku sedang mengantarkan anak-anakku meminjam buku.
Dan sambil menunggu mereka, aku bermimpi, bermimpi membuat bangunan
dan isi serupa itu di rumahku nanti. Mungkinkah? Aku tak tahu. Yang
jelas niat itu kupasang kuat-kuat kini. Semoga saja Allah memberi
jalan. Apalagi aku memang hobi mengkoleksi buku-buku. Sayang kalau
buku-buku itu cuma dibaca oleh sedikit orang.

Di perpustakaan komplek rumah kami itu, setiap anak bisa datang kapan
saja dia mau. Asalkan sudah mendaftar dan mendapat kartu magnetic,
tiap anak bisa pinjam maksimal 8 buku. Semuanya gratis tak perlu
bayar. Kami hanya perlu membayar kalau kami terlambat mengembalikan
buku atau menghilangkan buku.Perpustakaan itu dikelola dengan sangat
rapi. Semua buku ada catatannya dalam komputer. Pegawainya saja ada 5
orang. Ada yang bertugas di kassa, ada yang bertugas menyortir
buku-buku sekaligus bersih-bersih. Ada juga yang bertugas penerima
pendaftar baru. Tentu semua itu dikelola oleh ahli lulusan sarjana
perpustakaan barangkali. Mungkin aku perlu pergi kesana dan ngobrol
dengan penjaga perpustakaan itu lain kali.

Anak-anakku betah sekali berada di perpustakaan itu. Tentu saja,di
sudut tempat buku anak-anak, suasananya nyaman sekali, tak heran kalau
anak-anak betah. Buku-bukunya pun mencolok dan variatif sekali,
disusun berdasarkan kelompok umur serta tema. Memudahkan orangtua
memilihkan buku untuk anaknya. Kulihat beberapa orangtua bule sedang
duduk di atas kursi kecil membacakan buku untuk anak-anaknya. Disini,
orangtua memang diencourage untuk mengajak anak cinta buku. Selain
perpustakaan yang ada di setiap komplek, ada pula acara ‘Kinderboeken
week’ yang selalu diselenggarakan di bulan oktober setiap tahun.

Tahun ini, kinderboeken week jatuh pada tanggal 3-13 Oktober 2007.
Pemerintah betul-betul niat untuk membuat anak-anak gemar buku. Di
seluruh sekolah di belanda, tanggal 3 kemarin, anak-anak boleh memakai
kostum ke sekolah. Karena tema kinderboeken week tahun ini adalah
‘Geheim’ (rahasia), guru-guru di sekolah pun membuat kalimat rahasia
di kelas, yang harus dipecahkan oleh murid-muridnya. Di sekolah juga
diadakan pasar buku. Orangtua yang hendak menyumbangkan buku bekas,
bisa memberikannya ke sekolah. Di sekolah nanti anak-anak akan belajar
berjualan buku bekas. Anak-anak juga boleh membawa uang receh dari
rumah untuk membeli buku-buku bekas itu. Selain buku bekas, tentu
dijual juga buku-buku baru di sekolah.

Program pemerintah Belanda tak cuma cukup sampai di setiap sekolah. Di
seluruh perpustakaan yang ada di Belanda, acara pun digelar bersamaan.
Tanggal 3 kemarin, di seluruh perpustakaan Groningen ada acara menarik
dari pukul 14.00-16.00. Lala dan Malik aku ajak datang ke
perpustakaan. Ternyata sampai disana, mereka diberi ‘Geheim pasport’,
pasport rahasia untuk mengikuti permainan yang ada di perpustakaan.
Dalam paspor itu anak-anak harus memecahkan 5 tugas. Setelah selesai
melaksanakan masing-masing tugas, anak-anak akan mendapatkan sticker.
Setelah semua tugas selesai, mereka bisa menukarnya dengan hadiah.

Malik dan lala seperti detektif, bersemangat sekali hendak memecahkan
soal-soal yang ada. Salah satunya mereka harus memecahkan rahasia
huruf hiegroloef. Mereka juga disuruh merangkai kata, menjawab
pertanyaan, meraba benda, dan mencari benda yang tidak berhubungan
dengan perpustakaan. Setelah semua tugas selesai, mereka langsung
disuruh mengambil hadiah. Hadiahnya? Gantungan kunci yang bisa nyala
dengan tulisan ‘openbare bibliothek’ (perpustakan umum).

Sederhana memang, tapi anak-anak senang. Anak-anak kecil pun ikut
senang karena diberi pposter bergambar yang bisa diwarnai. Anak-anak
bisa ikut minum Ranja gratis dan juga disodori permen-permen. Kami
juga diberi jadwal pertunjukan popen theater di beberapa perpustakaan
di Groningen. Tanggal 7 Oktober nanti, akan ada pertunjukan popen
theater di central bibliotek. Tanggal-tanggal lain juga ada di
perpustakaan yang lain.

Asik sekali. Aku melilhat usaha sungguh-sungguh pemerintah dalam
mencerdaskan rakyatnya. Kemajuan berawal dari pendidikan. Dan
pendidikan berawal dari cinta buku! Sedangkan Indonesia? Negaraku
masih berkutat saja soal urusan politik dan korupsi yang tak ada
habisnya. Kapan pemerintah Indonesia bisa menomorsatukan pendidikan
ya? Tak ada yang bisa menjawab. Karena itu, aku lebih memilih
mengikuti slogan Aagym, yang biarpun basi, tapi sangat layak untuk
diikuti, mulai dari diri sendiri, dari yang kecil-kecil dan mulai
sekarang juga.

Sekarang aku hanya bisa berusaha untuk menanamkan cinta buku ke
anak-anakku dan mengumpulkan buku-buku untuk koleksiku. Siapa tahu
nanti, mimpiku untuk membuat perpustakaan itu bisa terealisasi. Bukan
perpustakaan kaku dan berdebu yang kumau. Aku ingin perpustakaan yang
wangi, ceria dan warna-warni. Mungkin beberapa orang juga sudah banyak
yang mengusahakannya di Indonesia. Tapi sedikit tak akan pernah cukup,
diantara sekian banyak penduduk Indonesia. Andaikan setiap rumah atau
at least setiap komplek memiliki perpustakaan yang hidup, rasanya
Indonesia akan bangkit dan tak lagi terpuruk. Ah kejauhan mikirin
Indonesia, yang penting mulai dari diri sendiri aja deh!

Sumber:
http://agnes.ismailfahmi.org/node/539


Ismail Fahmi
Information Science & University Library
University of Groningen, The Netherland
Phone:
Dept: +31 50 363 5942
Library: +31 50 363 2661
HP: 0649326202
http://odur.let.rug.nl/fahmi (research)
http://ismailfahmi.org (blog)
http://lyrics.mylnm.com (toys)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: