Tiga Kesalahan Fatal yang Dilakukan Penulis

4 Oct

Oleh: Merry Magdalena

NETSAINS – Ada tiga kesalahan fatal yang sering dilakukan penulis sehingga tulisannya kurang diminati orang, padahal ia menulis topik yang sangat bagus. Apa sajakah itu?
Buku yang baik adalah buku yang membuat kita ingin segera menelepon penulisnya dan berbincang-bincang dengannya. Begitu ungkap Jerome David Salinger melalui tokoh Holden dalam masterpiece- nya, Catcher In The Rye . Kata “buku” di sini bisa diganti dengan tulisan, artikel, puisi, esai, atau apapun itu. Jika kita tidak berminat pada suatu tulisan, otomatis kita juga tidak ingin berurusan dengan penulisnya. Bisa dikatakan demikian.
Bagaimana agar tulisan kita disukai? Jawabannya sangat relatif, sebab suka atau tidak suka bukan hal yang dapat dijabarkan dengan logika. Tapi setidaknya ada standar untuk mengkategorikan sebuah tulisan layak disuka atau tidak.
Netsains telah menerima puluhan -barangkali mencapai seratus lebih- sejak mulai beroperasi tiga bulan silam. Pengirimnya adalah ilmuwan, mahasiswa, jurnalis, pemerhati sains dan teknologi, pengajar, praktisi teknologi, dan sebagainya. Mulai dari yang masih kuliah S2, sampai yang sudah profesor, atau sekadar lulusan S1. Apakah tulisan mereka menarik? Sekali lagi, itu sangat relatif.

Memang tidak ada tulisan yang sempurna, itu sudah pasti. Berikut akan saya ulas sejumlah kesalahan yang kerap dilakukan penulis.

1. Menganggap pembaca sudah pasti paham dengan sejumlah istilah yang dipakainya.
Hal ini pernah saya bahas dalam artikel Mengapa Ilmuwan Harus Menulis Ilmiah Populer . Penulis kerap menggunakan istilah teknis atau ilmiah yang tidak semua orang paham. dan istilah itu digunakannya tanpa disertai keterangan definisinya.
Misalnya: “Open Source sudah dapat menggantikan propietary dalam beberapa hal sejak memakai GUI sehingga user memahami command dengan mudah.”
Mereka yang berkecimpung di bidang komputer sudah pasti dapat mengerti apa itu Open Source, propietary, GUI, user, dan seterusnya. Namun bagaimana dengan pembaca yang ternyata adalah ahli botani yang lebih banyak berkutat dengan tanaman? Tidak perlu dijabarkan secara khusus, namun penjelasan definisi bisa diikuti dalam anak kalimat yang cukup menarik dan tidak terkesan menggurui.
Misalnya: “Sistem operasi komputer Open Source yang kodenya terbuka dan bebas bea lisensi kini sudah bisa menggantikan sistem operasi kode tertutup dan komersil alias propietary. Sebab Open Source sudah memakai Grafik User Interface (GUI) atau grafik pengguna antarmuka.” Dan seterusnya.

Apa dua kesalahan fatal lainnya?
Tulisan selengkapnya di:
http://www.netsains.com/index.php/page_info/pid_280

Sayangi Indonesia!
Ada 1001 Cara Sayangi Indonesia dengan Cara Sederhana!’
http://sayangi-indonesia.web.id

http://www.netsains.com
Mempopulerkan Tulisan Ilmiah, Mengilmiahkan Tulisan Populer
phone: 021 7155 8993

Merry Magdalena
Reporter Harian Sore Sinar Harapan
http://www.sinarharapan.co.id
021-3912360/ 61 Fax 021-3912370

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: