Sir Edward Richard (1850-1931) – Berjasa Mengembangkan Klasifikasi Sidik Jari

26 Apr

From:    Cyber Jakarta (via email)
Date:    Tue, 6 Feb 2007 12:12:46 +0700

DUNIA kepolisian dan hukum harus berterima kasih kepada Sir Richard Edward Henry. Berkat usahanya dalam mengelompokkan pola sidik jari, dunia forensik sangat terbantu dalam mengungkap sebuah ejahatan.
Memang betul, Henry bukanlah penemu teknik atau metode sidik jari. Namun, berkat kepeloporannya saat mendirikan Biro Sidik Jari di Scotland Yard, penggunaan sidik jari menjadi bagian penting aparat penegak hukum.

Henry dilahirkan pada 26 Juli 1850 di Shadwell, Wapping, London, Inggris. Kedua orang tuanya berasal dari Irlandia. Pada tahun 1864, Henry kuliah di St. Edmund’s College, Ware, Hertfordshire. Dua tahun kemudian masuk ke University College, London. Di sinilah ia belajar bahasa Inggris, Latin, fisika, dan matematika. Setelah lulus kuliah tahun 1869, Henry bekerja sebagai juru tulis di pialang asuransi Lloyds.

Awal keterlibatan Henry dalam dunia hukum dimulai saat ia pada tahun 1871 belajar hukum di Society of the Middle Temple, London. Dua tahun kemudian ia lulus ujian masuk ke kantor pemerintahan daerah koloni Inggris di India. Pada Juli 1873 Henry ditugaskan oleh sekretaris negara menjadi anggota kantor pelayanan masyarakat di wilayah Fort William, Bengal, India Timur. Henry berangkat ke India pada September 1873 melalui Terusan Suez dan Aden. Setelah satu bulan perjalanan, ia pun tiba di Bombay.

Pada Oktober 1873, saat ia berada di Allahabad, Gubernur Provinsi Negara Barat Daya India mengangkat Henry sebagai asisten magistrate collector. Dengan cepat ia menguasai bahasa Urdu dan Hindi, sebuah kemampuan yang sangat menolongnya saat menyelesaikan berbagai persoalan klaim pajak dan perselisihan lainnya.

Pada bulan November 1890 Henry menikah dengan Louisa Langrishe Moore di Gereja Katedral St. Thomas, Bombay. Pada 2 April 1891, Henry diangkat menjadi inspektur jenderal di kepolisian Bengal. Setahun
kemudian, ia membentuk sistem athropometric dalam mengidentifikasi para penjahat. Sistem anthropometric adalah sebuah metode yang dikembangkan Bertillion dengan mengedepankan ciri-ciri fisik seseorang.

Pada saat yang sama ia juga tertarik pada apa yang dikembangkan Sir Francis Galton dan beberapa pihak lain yang menggunakan sidik jadi dalam mengidentifikasi penjahat. Galton memang menulis buku berjudul Finger Prints. Henry dan Galton kemudian berkorespondensi secara reguler selama 1894. Mereka mendiskusikan penggunaan sidik jari. Pada 1896 Henry membuat aturan di kepolisian Bengal, setiap narapidana di sana tidak hanya diambil ciri-ciri fisik mereka, tapi juga sidik jarinya.

Dibantu oleh Azial Haque dan Hemchandra Bose, Henry kemudian mengembangkan sistem klasifikasi sidik jari. Itu terjadi antara Juli 1896 hingga Februari 1897. Sistem yang dikembangkan Henry memungkinkan sidik jari lebih mudah disimpan, dicari, dan diusut. Sebuah sistem sederhana yang kemudian diterima dan diadopsi di seluruh dunia hingga sekarang.

Pada Maret 1887, sebuah komisi pengawas telah dibentuk di Calcutta untuk menguji kedua sistem identifikasi tesebut (sidik jari dan anthropometric) . Akhirnya, berdasarkan suara bulat diputuskan, sistem sidik jari Henry yang dipilih dan pada Juli 1897 sistem tersebut diperkenalkan ke seluruh British India oleh gubernur jenderal.

Tiga tahun kemudian Henry diundang Belper Committee ke London. Henry diminta untuk menjelaskan berbagai persoalan yang dihadapi dunia kepolisian dalam melakukan proses identifikasi personal. Panel mengirim Henry ke Natal, satu koloni Inggris di Afrika Selatan, untuk membantu mereorganisasi kepolisian di sana dan sekaligus mendirikan biro sidik jari di Pietermaritzburg. Hasilnya luar biasa, biro tersebut mencatat sukses besar.

Pada 1901 Henry dipanggil kembali ke Inggris dan pada 31 Mei 1901 ia diangkat menjadi asisten komisaris di Scotland Yard. Ia dipercaya menangani Departemen Investigasi Kriminal.

Pada 1 Juli 1901, untuk pertama kalinya biro sidik jari didirikan di Scotland Yard. Pada 11 Maret 1901 Henry diangkat sebagai komisaris di Scotland Yard dan pada 1906 ia mendapat gelar bangsawan. Pada tahun
1910 Henry diangkat menjadi Knight Commander of the Order of the Bath (KCB).

Sayang, kehidupan Henry tidak mengenakkan. Sebagai pelopor pengungkapan kejahatan, menjadikan Henry berada pada posisi banyak musuh. Tahun 1912 sebuah percobaan pembunuhan dilakukan terhadap Henry di rumahnya di Kensington. Untungnya ia selamat. Dari tiga tembakan yang diarahkan kepadanya, hanya satu yang mengena, meski tak sampai merenggut jiwanya.

Pada 31 Agustus 1918 Henry diberhentikan dari jabatannya sebagai komisaris di Scotland Yard. Dua tahun kemudian, ia dan keluarganya pindah dari Kensington ke sebuah rumah bergaya Victoria di Ascot, Berkshire. Pada 19 Februari 1931, Henry meninggal dunia akibat serangan jantung.

Selama bertahun-tahun makamnya tak ada yang mengurus. Pada bulan April 1992, seorang petugas kepolisian metropolitan dari biro sidik jari memindahkan makam Henry ke kompleks Gereja All Souls di South Ascot. Setelah ada permohonan internasional dari Masyarakat Sidik Jari, pada tahun 1994 makam Henry pun direnovasi.

(Syarifah, S.P./dari berbagai sumber)***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: