Opsi pada Boot.ini

13 Mar

Di folder C, secara default pasti ada file boot.ini (file yang berisi configurasi seting), lihat gambar 1.

Sebenarnya untuk apa sih file boot.ini (gambar 2, contoh dari isi file boot.ini) tersebut?

BOOT.INI bisa digunakan untuk melakukan pengetesan driver-driver pada konfigurasi sistem yang berbeda tanpa harus memisahkan seting tersebut untuk tiap usernya. Misalnya, sebuah pembatasan jumlah memori NT dapat berguna untuk menekan beban memori. Berikut ini beberapa opsi yang didukung oleh BOOT.INI.
/3GB
Meningkatkan ukuran penggunaan proses dari 2 GB ke 3 GB (and therefore reduces the size of system space from 2 GB to 1 GB). Penggunaan virtual memori misalnya pada aplikasi secara intensif seperti server database, peningkatan ukuran ruang tersebut dapat meningkatkan hasil. Agar sebuah aplikasi dapat menggunakan fitur ini ada 2 kondisi yang harus dipenuhi: sistem tersebut harus berjalan pada Windows XP, Windows Server 2003, Windows NT 4 Enterprise Edition, Windows 2000 Advanced Server atau Datacenter Server.
/BASEVIDEO
Menyebabkan Windows menggunakan tampilan driver VGA standar untuk operasi pada mode GUI.
/BOOTLOG
Menyebabkan Windows menulis/mencatat sebuah log saat boot ke dalam file %SystemRoot%Ntbtlog.txt.
/BOOTLOGO
Fitur ini digunakan agar Windows XP atau Windows Server 2003 menampilkan splash screen yang kita tentukan sendiri. Pertama-tama yang harus anda lakukan adalah membuat gambar bitmap 640×480 dengan format 16 warna (warna apa saja) dan menyimpannya di direktori Windows dengan nama Boot.bmp. Kemudian tambahkan /bootlogo /noguiboot ke boot.ini.
/BURNMEMORY=
Menentukan jumlah memori yang tak dapat digunakan Windows (hampir sama dengan fitur /MAXMEM). Nilainya dalam megabytes. Misalnya: /BURNMEMORY=128 akan mengindikasikan bahwa Windows tidak dapat menggunakan 128 MB dari total memori fisik pada mesin tersebut.
/CMDCONS
Saat booting akan langsung masuk ke the Recovery Console.
/DEBUG
Mengaktifkan kernel-mode debugging.
/FASTDETECT
Default opsi boot dari Windows (lihat gambar 2). Opsi ini menggantikan opsi /NOSERIALMICE pada Windows NT 4. Alasan kenapa perlunya Windows memberikan opsi ini adalah agar NTDETECT dapat mendukung booting Windows NT 4. Peralatan dan driver Plug and Play pada Windows secara otomatis biasanya akan mendeteksi peralatan parallel dan serial, tapi Windows NT 4 menggunakan NTDETECT untuk melaksanakan pendeteksian tersebut. Maka dari itu, penetapan /FASTDETECT menyebabkan NTDETECT untuk melewati (tidak melaksanakan) enumerasi peralatan parallel dan serial (enumerasi ini tidak diperlukan pada saat booting Windows). Menghilangkan opsi ini akan menyebabkan NTDETECT untuk melakukan enumerasi tersebut (hal ini hanya diperlukan pada proses booting Windows NT 4).
/LASTKNOWNGOOD
Menyebabkan sistem melakukan opsi booting LastKnownGood.
/NOEXECUTE
Opsi ini hanya terdapat pada Windows 32-bit pada prosesor yang mendukung proteksi no-execute. Opsi ini mengaktifkan proteksi no-execute (dikenal juga sebagai Data Execution Protection – DEP), yang membuat Memory Manager menandai halaman yang berisi data no-execute sehingga data-data tersebut tidak dapat dijalankan sebagai kode. Hal ini bertujuan untuk mencegah kode-kode berbahaya dari ekplorasi kesalahan-kesalahan (bugs) yang dapat menyebabkan buffer overflow. Beberapa opsi yang dapat anda gunakan pada fitur ini (lihat gambar 2):
• /NOEXECUTE=OPTIN
Mengaktifkan DEP untuk core system images dan yang telah ditentukan pada konfigurasi DEP.
• /NOEXECUTE=OPTOUT
Mengaktifkan DEP untuk semua images kecuali yang telah ditentukan pada konfigurasi DEP.
• /NOEXECUTE=ALWAYSON Mengaktifkan DEP untuk semua images.
• /NOEXECUTE=ALWAYSOFF Menonaktifkan DEP.
/NOGUIBOOT
Menginstruksikan Windows agar driver video VGA tidak menampilkan grafis bitmapped saat proses booting (gambar 3).

Driver ini biasanya akan menampilkan informasi proses booting, maka menonaktifkannya akan membuat Windows tidak menampilkan informasi ini.
/NOPAE
Memaksa Ntldr untuk menjalankan versi non-Physical Address Extension (PAE) dari kernel Windows, walaupun terdeteksi bahwa sistem mendukung x86 PAE dan memiliki memori fisik lebih dari 4 GB.
/NOSERIALMICE=[COMx | COMx,y,z…]
Fitur lama pemberian syarat pada Windows NT 4—digantikan oleh /FASTDETECT. Fitur ini akan menonaktifkan pendeteksian mouse serial pada port COM yang telah ditentukan. Fitur ini dapat anda gunakan jika anda memiliki peralatan lain selain mouse yang terpasang pada port serial selama rangkaian proses startup. Menggunakan /NOSERIALMICE tanpa menentukan sebuah port COM akan menonaktifkan pendeteksian mouse serial pada semua port COM. Keterangan lebih lanjut tentang hal ini dapat anda lihat di situs Microsoft pada bagian Microsoft Knowledge Base artikel Q131976.
/NUMPROC=
Menentukan jumlah CPU yang dapat digunakan pada sistem dengan multiprocessor. Example: /NUMPROC=2 pada sistem four-way (empat prosesor) akan mencegah Windows menggunakan dua dari empat prosesor.
/ONECPU
Menyebabkan Windows untuk menggunakan satu CPU pada sistem dengan multiprocessor.
/REDIRECT
Fitur ini diperkenalkan melalui Windows XP. Fitur ini akan menyebabkan Windows mengaktifkan Emergency Management Services (EMS) yang akan melaporkan informasi boot dan menerima perintah manajemen sistem melalui sebuah port serial.
/SCSIORDINAL:
Mengarahkan Windows ke SCSI ID dari controller. (Penambahan alat SCSI yang baru pada sebuah sistem dengan controller SCSI yang on-board dapat menyebabkan controller SCSI ID berubah). Lebih lanjut tentang hal ini bisa anda lihat di situs Microsoft pada Microsoft Knowledge Base artikel Q103625.
/SOS
Menyebabkan Windows membuat daftar driver peralatan yang telah ditandai untuk dijalankan pada waktu booting kemudian menampilkan angka dari versi sistem (termasuk angka pembuatan), jumlah memori fisik dan jumlah/nilai prosesor.

Sumber :
Boot INI Options Reference by Mark Russinovich
Lebih lanjut mengenai opsi pada Boot.ini bisa anda dapatkan melalui tulisan Mark Russinovich tersebut di situs http://www.sysinternals.com.

2 Responses to “Opsi pada Boot.ini”

  1. sofyanhadi August 24, 2007 at 2:52 am #

    Numpang ngelink dari blog saya. Karena saya pernah mengalami problem upgrade memory notebook gara-gara setting di BOOT.INI. Thanks.

  2. Admin August 24, 2007 at 6:01 am #

    silahkan ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: