Hati-Hati Ponsel Baru, Onderdil Bekas

7 Dec

01/10/2006 14:46
Pasar ponsel rekondisi diperkirakan mencapai separuh dari total penjualan handphone di Tanah Air. Barang ini adalah hasil daur ulang limbah telepon genggam luar negeri yang diselundupkan ke Indonesia.

Liputan6.com, Jakarta: Handphone, saat ini seolah sudah menjadi kebutuhan penting. Selain sebagai sarana komunikasi, benda mungil ini juga telah menjadi gaya hidup. Diperkirakan, angka penjualan telepon seluler alias ponsel di Indonesia dalam sehari mencapai 8.000 unit. Ini artinya, hampir 10 juta unit telepon genggam laris manis terjual di pasaran Tanah Air dalam setahun.

Namun tahukah Anda? Ternyata, tak sedikit ponsel di pasaran adalah hasil daur ulang alias HP rekondisi. Sebagian lainnya menyebut handphone refurbish atau barang bergaransi toko. Tak ada angka pasti jumlah HP rekondisi yang beredar. Namun diperkirakan jumlah peredarannya nyaris separuh dari total penjualan HP di Indonesia.

Penelusuran tim Sigi SCTV, belum lama ini, menunjukkan HP rekondisi dijual dengan harga yang sangat murah bahkan bisa terpaut 25 hingga 50 persen dari harga tipe sejenis yang paten. Namun, HP jenis ini sangat rentan. Namanya barang berkomponen bekas, komponennya bisa aus dalam hitungan hari.

Pasar HP rekondisi sangat gampang ditemukan. Sebuah toko di kawasan pertokoan bilangan Jakarta Selatan misalnya, mengaku siap memasok ratusan bahkan ribuan unit HP rekondisi berbagai merek dan jenis. Tim Sigi juga mendapati sejumlah HP merk ternama macam Moto yang dilego hanya seharga Rp 300 ribu. Atau, PDA (Personal Digital Assistant) merek Kyocera buatan Amerika Serikat yang dijual sekitar Rp 1 juta. Melihat harganya yang sedemikian murah, tim Sigi yakin HP tersebut hasil daur ulang.

Lewat bantuan seorang teknisi HP terlatih dan berpengalaman, tim Sigi membongkar sejumlah HP yang diduga kuat hasil rekondisi. Dari hasil pemeriksaan, dipastikan HP CDMA (Code division multiple access) merek Nexian yang tengah laris-larisnya di pasaran ini adalah barang rekondisi. Sejumlah komponen telepon tersebut sudah usang dan hanya diperkirakan hanya bisa bertahan dalam dua atau tiga bulan. “Di negara asalnya, HP ini sudah tak layak pakai,” ujar sang teknisi. Demikian juga dengan ponsel merek Nokia tipe 2126 yang sangat populer di Tanah Air.

Pabrikan Nexian jelas membantah temuan ini. Presiden Direktur PT Metrotech Jaya Komunika Martono Jaya Kusuma membantah jika produk HP-nya adalah hasil daur ulang. Ia menjamin semua komponen yang diimpor 100 persen baru. “Semua dikirim dalam kondisi baru dan dirakit di Indonesia,” jelas Martono.

Lain halnya dengan pihak Nokia. Mereka tak membantah jika Nokia tipe 2126 adalah HP rekondisi. Cuma, Nokia tipe tersebut tak diproduksi Nokia Indonesia. Barang tersebut juga mestinya tak dijual di Indonesia alias kemungkinan barang selundupan. “Hanya diedarkan di Amerika Latin,” ujar salah seorang teknisi resmi Nokia.

Sebenarnya seperti apakah HP rekondisi itu? Menurut seorang ahli telepon seluler Kusuma, kebanyakan HP rekondisi didaur ulang dari ponsel bekas yang sudah menjadi limbah di luar negeri. Limbah-limbah HP tersebut diambil mesin dan LCD monitornya kemudian dirakit ulang. Sementara casing, charger dan aksesori lainnya diganti baru.

Umumnya, HP bekas itu didatangkan dari negara-negara di Asia seperti Korea, Jepang, dan Cina. Tak sedikit juga yang diimpor dari Amerika dan beberapa negara di Eropa. Barang bekas ini kemungkinan kuat didatangkan secara ilegal melalui jaringan yang sangat rapi. Modus yang pernah terbongkar adalah memasukkan barang ke Indonesia dengan cara dipisah-pisah antara handset dan aksesorinya. “Paling banyak Nokia dan Samsung,” imbuh Kusuma.

Di Indonesia, barang-barang tersebut lantas dipereteli dan dirangkai kembali. Tentu saja dibalut dalam casing yang gres. Yang paling mencengangkan, HP-HP hasil daur ulang itu dikemas dalam dus-dus baru yang sangat mirip resmi.

Usut punya usut, dus-dus merek HP ternama seperti Nokia ternyata diperjualbelikan secara bebas. Barang yang tentu saja palsu ini bisa dibeli dengan harga Rp 20 ribu berikut buku manual dan perangkat lunaknya.

Lantas bagaimana dengan nomor seri mesinnya? Rupanya, urusan ini pun memiliki pasar tersendiri. Penelusuran tin Sigi menemukan fakta bahwa satu nomor seri IMEI (International Mobile Equipment Identification) atau nomor mesin HP diperjualbelikan hanya dengan harga Rp 3.500. Paket IMEI ini berikut barcode dan nomor register HP.

Jika mesin HP bekas sudah dibalut casing baru lalu dibungkus dus lengkap dengan aksesorinya, maka ponsel rekondisi tersebut siap dijual ke pasaran layaknya barang paten 100 persen. Umumnya, masyarakat tak akan bisa membedakannya mana HP aspal ini dengan HP merek paten bergaransi resmi pabrik. Penampilan fisik keduanya tak jauh berbeda.

Pada akhirnya, konsumen harus lebih waspada dan teliti sebelum membeli agar tak menyesal karena barang yang dibeli tak seperti yang diharapkan. Kejujuran sang penjual pun menjadi faktor yang tak kalah penting. Satu hal yang pasti, ada baiknya konsumen membeli HP di agen atau vendor resmi produsen telepon genggam.(TOZ/ Tim Sigi SCTV)

Sumber :

http://www.liputan6.com/view/8,130095,1,0,1160619166.html

11 Responses to “Hati-Hati Ponsel Baru, Onderdil Bekas”

  1. jodhi November 22, 2007 at 8:52 am #

    ha…? memang kok bnyk yang refurbish/daur ulang…udah ku perhatikan mulai dari thaun 2003,dimana R 380 discontinue,tapi masih aaja ada yang bilang baru…ketuan dari segel barang dan kardusnya…apalagi sekarang…. menjamur…apalagi tipe2 yang Nokia 6016,2116,R 380s/e, 3115, yah gak bisa disalahkan juga hal tersebut di konsumsi oleh masyarakat indonesia,karena mereka tidak tahu akan barang daur ulang..

  2. Maswakid November 26, 2007 at 6:17 am #

    Ya, bulan agustus 2007 aku beli hp nokia cdma 6225. saya gak tahu kalu barang itu rekondisi. Saya tahunya setelah saya pengen jual, konter bilang hp ini rekondisi jadi dia beraninya cuma harga rendah banget. padahal belinya dulu lumayan mahal. Tapi akhirnya aku jual ke orang langsung dengan semua kelemahan aku sebutkan tapi oang tersebut mau, ya lumayan diatas harga konter kalau nawar barang. Tapi dengan adanya itu jadi pelajaran buat saya supaya nanti beli HP hati-hati.

  3. middle finger December 11, 2007 at 2:27 am #

    anncur minah

  4. vina February 27, 2008 at 7:06 am #

    emang sich..aku aja pernah ditawari HP N73 rekondisi, secara fisik baru dan gress bgt.tapi karena harganya murah cuma 1,5juta aku jadi hati2 dan gak jadi beli hp itu.
    pernah temenku juga beli hp begituan, selang 3 bulan hp itu rusak dan nggak bisa diperbaiki.
    saran aja, hati2 kalau beli Hp.khusus type nokia perhatikan benar karena yang paling gampang ngeceknya. untuk nokia resmi indonesia bergaransi pada mesinnya ada tulisan “postel”

  5. nata June 23, 2008 at 4:58 pm #

    bagaimana c cara ngebedain hp yg bner2 baru n yg rekondisi???????
    sebarin jg tu cara ngebedainnya secara luas. kn kasian yg ketipu tar nya.

  6. arum August 14, 2008 at 11:58 am #

    Halo, Saya Arum, lagi membuat berita tentang hp rekondisi. saya membutuhkan profil pembeli hp rekondisi, seperti Vina. Mohon bagi yang pernah membeli hp rekondisi / atau Vina sendiri bisa contact saya di 08111005824. Terima kasih banyak.

  7. TIDAKKK August 29, 2008 at 1:38 pm #

    Waduh !! Gawattt…
    gw telat liat artikel ini….
    TIDAKKKKK…!!!
    UANG 400rebu gw melayang untuk beli HP rekondisi…
    Udah terlanjur transfer, dan barangnya besok sampai…!!

    Semoga barangnya tahan lama, ya kalau bisa 2 tahun. jangan sampai cuma itungan bulan rusak!!

  8. rendy September 14, 2008 at 3:44 pm #

    saya mau tanya pd yang tau di mana saya bisa beli itu barang rekondisi,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,no hp saya 081337767649,.,,,tolong ya teman 2 .

  9. fucoo April 13, 2010 at 1:28 am #

    rendy…ank pana

  10. fucoo April 13, 2010 at 1:32 am #

    gw dtawarin hp n97 dgn hrga cuma 2,5jt doank…sdnkan hrga d tabloit trtulis 4jt…apa trmsk hp rekondisi gk ya?????

  11. anicha April 7, 2011 at 5:16 pm #

    emang sich..aku aja pernah ditawari HP N73 rekondisi, secara fisik baru dan gress bgt.tapi karena harganya murah cuma 1,5juta aku jadi hati2 dan gak jadi beli hp itu.
    pernah temenku juga beli hp begituan, selang 3 bulan hp itu rusak dan nggak bisa diperbaiki.
    saran aja, hati2 kalau beli Hp.khusus type nokia perhatikan benar karena yang paling gampang ngeceknya. untuk nokia resmi indonesia bergaransi pada mesinnya ada tulisan “postel”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: