“Serba-serbi Browser: Perang Puputan, Cikal-Bakal dan Alternatif”

24 Aug

oleh: Donny B.U., M.Si. *

=========================

I. Perang Puputan Browser

=========================

Beberapa pengamat teknologi informasi (TI) berpendapat bahwa perang browser (harusnya) telah berakhir. Microsoft Internet Explorer (IE) tetap menjadi jawara dalam tarung browser melawan Netscape selama bertahun-tahun. Berdasarkan data statistik pada bulan Juni 2001 yang dikeluarkan oleh WebSideStory/StatMarket, terungkap bahwa browser jajaran IE masih berjaya menguasai 86% pangsa pengguna browser dunia, sementara Netscape seterunya hanya mampu mengais pangsa sebesar 13,5%. Browser-browser lain, semisal Mozilla dan Opera, saling berebut sisanya sebesar 0,5% Padahal, segala daya upaya telah dilakukan oleh Netscape untuk melawan kedigdayaan browser rakitan Microsoft.

Sebutlah pengaduan kasus monopoli yang untuk pertama kalinya diumumkan oleh Jaksa Agung Janet Reno pada Oktober 1997. Reno, berdasarkan pengaduan Netscape, menyatakan Microsoft telah melakukan pelanggaran atas UU Anti-Monopoli “Sherman Act 1890” lantaran menggratiskan IE 3.0 yang dirilis pada bulan Agustus 1996 dan mengikatnya (bundled) pada sistem operasi Windows 95.

Berdasarkan pengadilan dan pemeriksaan bukti-bukti yang alot, akhirnya pada Juli 2001 Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat memerintahkan Microsoft untuk melepas ikatan antara IE dengan seluruh sistem operasi Microsoft, tanpa terkecuali. Walhasil, pengguna komputer kini dapat memilih, menginstal dan menghapus browser yang dikehendaki. Selain itu, Microsoft juga diharuskan menghapus kebijakannya mengenai keharusan para pembuat PC memasang icon IE di Start Menu saat menginstal sistem operasi Windows. Selain harus mematuhi keputusan-keputusan MA tersebut, pada Oktober 2001 Microsoft juga merevisi kebijakannya yang selama ini mengharamkan pengguna browser non IE untuk mengunjungi situs-situs populer yang dikelola oleh Microsoft Network (MSN).

Salah satu situs yang dikelola oleh MSN adalah Hotmail.com, situs layanan web mail gratis yang diakuisisi Microsoft pada bulan Januari 1998 . Dengan revisi tersebut, para pengguna browser non IE yang selama ini secara otomatis akan diarahkan ke tempat untuk mendownload IE apabila mengunjungi situs-situs MSN, kini tidak akan lagi mengalami pembedaan tersebut. Bayangkan saja, pengguna aktif e-mail Hotmail.com menurut Microsoft adalah lebih dari 100 juta anggota per bulan Mei 2001, meningkat berkali-kali lipat dari angka 9 juta anggota saat diakuisisi.

Sayang seribu sayang, keputusan MA Amerika tersebut sudah sangat terlambat! Gratisnya IE 3.0 dan diikat pula pada Windows 95 tersebut secara perlahan, namun pasti, menggerus pangsa pengguna browser Netscape. Sebenarnya IE 3.0 mengadopsi teknologi Netscape 2.0 yang dirilis pada Maret 1996, ditambah dengan kemampuan Visual Basic Script (VBS). Netscape 2.0 merupakan browser pertama yang mengusung teknologi frames, Java, Javascript, Plug-ins dan teknologi enkripsi Secure Socket Layer (SSL). Bahkan Microsoft saat peluncuran IE 3.0 menyatakan secara tegas bahwa 79% dari pengguna browser yang telah disurvei secara independen sebelumnya, lebih memilih menggunakan IE 3.0 beta 2 ketimbang Netscape beta yang dirilis pada bulan Juli 1996.

Gerusan tersebut makin parah ketika Microsoft pada bulan Oktober 1997 merilis IE 4.0 yang diikat erat pada desktop Windows 98 dengan teknologi Active Desktop. IE 4.0, dengan penampilan dan kemampuan yang sangat ditingkatkan dari pendahulunya IE 3.0, ditambah dengan teknologi ActiveX, menjadi senjata pamungkas yang akan mengakhiri dinasti Netscape. Netscape ditikam oleh IE, yang notabene adalah saudara kandungnya sendiri (Baca: “Cikal-Bakal Web dan Browser”).

Bahkan langkah puputan Netscape untuk menggratiskan semua browsernya, termasuk menggratiskan source codenya, terhitung sejak Januari 1998 tidak dapat berbuat banyak. Padahal, sebelum IE 3.0 dirilis, Netscape telah menguasai 80% pangsa pengguna browser di seluruh dunia. Untuk selanjutnya, versi demi versi terus berlanjut, menandakan perang browser yang berkepanjangan. Tentu saja perang yang tidak seimbang. Hingga kini, IE telah mencapai versi 6.0 yang diluncurkan pada Agustus 2001. Sedangkan Netscape terakhir telah meluncurkan versi 6.2.1 pada bulan Desember 2001.

===============================

II. Cikal-Bakal Web dan Browser

===============================

“Web adalah sebuah kreasi sosial ketimbang teknis. Saya mendisain web untuk kepentingan sosial, yaitu membantu orang-orang untuk dapat bekerjasama, dan bukan untuk sekedar kutak-katik teknis,” demikian ditegaskan oleh Tim Berners-Lee, seorang disainer web pertama, seperti ditulis dalam bukunya Weaving The Web tahun 1999. Jelas, bahwa sebenarnya saat pertama kali web didisain pada tahun 1990 oleh Berners-Lee, tidak ada tujuan sama sekali untuk mengkomersialkan web. Kalaupun akhirnya web tersebut menjadi komoditi yang diperebutkan oleh banyak pihak, tampaknya sah-sah saja, mengingat salah satu aplikasi Internet yang populer adalah web.

Bahkan Microsoft dan Netscape sama-sama pernah berusaha membuat satu standarisasi web secara de facto. Untunglah, Berners-Lee bersama rekan-rekannya mendirikan World Wide Web Consortium (www.w3c.org) pada bulan Oktober 1994. W3C berhasil mencegah kalangan komersial mengambil-alih web. Kini beragam standarisasi web, seperti versi Hyper-Text Markup Language (HTML) dan Platform for Internet Content Selection (PICS), Cascading Style Sheet (CSS) dan eXtended Markup Language (XML) dirancang-bangun oleh W3C secara independen, tanpa ada tekanan dari manapun.

Kisahnya berawal ketika pada bulan Maret 1989, Berners-Lee, seorang lulusan Universitas Oxford berkebangsaan Inggris, mengajukan proposal tentang suatu sistem berbasis hypertext yang memungkinkan para peneliti fisika bisa berbagi informasi secara efisien dan efektif. Proposal tersebut diberi judul “HyperText and CERN”. CERN merupakan nama tempat Berners-Lee bekerja saat itu, yaitu kependekan dari Conseil Europeen pour la Recherche Nucleaire, sebuah laboratorium riset bidang fisika partikel di Jenewa, Swiss. Pada penghujung tahun 1990, sebuah prototipe web berhasil dijalankan di sebuah perangkat komputer NeXT. Saat itu web sudah mengandung line-mode user interface yang disebut sebagai www. Esensi dasar sebuah web telah lahir!

Kemudian pada bulan Mei 1991, interface www tersebut mulai dipasang di mesin CERN dan dapat diakses melalui jaringan. Kemudian untuk pertama kalinya, tepatnya pada bulan Agustus 1991, informasi mengenai web tersebut disebarluaskan melalui newsgroup Usenet di alt.hypertext dan melalui newsletter CERN pada Desember 1991. Pada saat itulah web dan www mulai dikenal secara luas, meskipun masih mengunakan browser line-mode interface. Untuk berpindah dari satu halaman ke halaman lainnya, pengguna harus mengetikkan perintah-perintahnya.

Salah seorang pemerhati perkembangan web dan www tersebut adalah Marc Andreesen, seorang mahasiswa University of Illinois, yang gemar mengutak-atik perangkat keras dan lunak di laboratorium kampusnya, National Center for Supercomputing Applications (NCSA). Kemudian Andreesen bersama rekan-rekannya browser berdasarkan data-data dari CERN. Pada bulan Februari 1993 lahirlah browser graphical user interface (GUI) yang pertama. Informasi mengenai browser yang diberi nama Mosaic tersebut segera disebarluaskan melalui newsgroup. Mosaic merevolusi konsep tentang browser. Mosaic 1.0 secara resmi baru dirilis pada bulan November 1993, dengan menggabungkan berbagai aplikasi Internet seperti www, news, WAIS, e-mail dan tentu saja, kemampuan menampilkan image!

Bahkan hyperlink untuk pindah halaman telah berbentuk tulisan biru yang dapat di klik menggunakan mouse. Mosaic pun terjun dalam kiprah komersial. Pada April 1994, Jim Clark, pendiri Silicon Graphics, bersama dengan Andreseen mendirikan Mosaic Communication Corporation, yang kemudian berganti nama menjadi Netscape Corporation. Untuk selanjutnya, Mosaic dikembangkan oleh tim NCSA minus Andreseen, sedangkan Netscape Corporation mengembangkan Netscape. Saat itu, lisensi source code Mosaic, yang diberi kode SpyGlass, bisa ikut dimiliki oleh pihak lain.

Pada Desember 1994, lahirlah browser komersial yang pertama, Netscape 1.0 dari Netscape Corporation. Lantaran menyadari bahwa Netscape tersebut lahir dari dunia pendidikan, Netscape Corporation memutuskan mendistribusikan browser komersial mereka tersebut secara gratis khusus bagi kalangan pendidikan. Strategi ini menjadi kunci penting dalam perolehan pangsa pasar Netscape hingga 80% pada era tersebut.

Microsoft saat itu sedang tertidur pulas. IE 1.0 baru dirilis Agustus 1995, dalam bentuk Windows 95 Plus pack release yang komersial, alias tidak gratis. IE 1.0 tersebut berbasiskan pada source code Mosaic dengan lisensi SpyGlass. Bill Gates seperti tersambar petir ketika menyadari bahwa perkembangan Internet sedemikian pesat dan sedemikian penting, sama pentingnya dengan personal computer (PC) dan sistem operasi. Orang-orang tengah keranjingan Internet. Saat itu browser adalah Netscape.

Dalam sekejap, Bill Gates melakukan mobilisasi Microsoft dan mulai serius mengembangkan IE. Akhirnya, IE 3.0 dirilis pada bulan Agustus 1996 untuk berhadap-hadapan dengan Netscape. Bill Gates tidak mau tanggung-tanggung, mulai dari IE 3.0 tersebut, semua browser IE digratiskan sama sekali dan diikat dalam sistem operasi Windows. Hal tersebutlah yang akhirnya memicu perang browser, pengadilan anti-monopoli Microsoft dan runtuhnya dinasti Netscape (Baca: “Perang Puputan Browser”).

================================

III. Beberapa Browser Alternatif

================================

Tulisan berikut ini akan mencoba sedikit mengulas tentang beberapa browser alternatif, selain IE dan Netscape. Browser tersebut adalah Opera keluaran Opera Software, Mozilla keluaran Mozilla Organization, Mosaic keluaran NCSA dan Amaya keluaran World Wide Web Consortium. Alasan menampilkan 3 browser tersebut adalah karena masing-masing memiliki keunikan sendiri-sendiri. Silakan simak uraian berikut ini.

Opera Browser

Opera merupakan salah satu browser yang mulai diminati oleh pengguna Internet. Menurut pernyataan Opera Software pada bulan Oktober 2001, sejak Opera 5.0 diluncurkan pada Desember 2000, lebih dari 5 juta orang telah mendownload dan menginstal Opera. Hal tersebut bukan isapan jempol belaka. Terbukti dengan data statistik yang dikeluarkan oleh StatMarket/WebSideStory pada akhir November 2001 yang mengungkapkan bahwa Opera meraih pangsa pengguna browser sebesar 0,67%, naik dari angka 0,3% pada bulan Januari di tahun yang sama. Raihan Opera bahkan lebih dramatis terjadi di Rusia dengan naik dari 1,5% menjadi 5,88%, di German naik dari 1,3% menjadi 3,37% dan di Swedia naik dari 0,5% menjadi 1,8%.

Opera tersedia dalam berbagai versi platform sistem operasi. Opera didownload dan dipergunakan secara gratis, tentunya dengan ada banner iklan dalam browser versi gratis tersebut. Untuk menghilangkan banner tersebut, pengguna hanya dikenakan biaya sebesar US$ 39. Versi terkini adalah 6.0 yang dirilis 29 November 2001, dan telah tersedia dalam 25 bahasa dunia, termasuk bahasa Indonesia! Opera menyatakan dirinya sebagai browser yang lebih ringkas dan lebih cepat ketimbang browser lainnya.

Opera juga merupakan browser komersial pertama yang mendukung Transport Layer Security (TSL), pengembangan dari teknologi enkripsi SSL 3.0. Yang pasti, Opera dirancang-bangun dari awal, tidak berbasiskan source code NCSA Mosaic ataupun metodologi yang dipakai oleh Netscape dan IE. Ini membuat Opera menjadi browser yang benar-benar unik. Standar yang didukung Opera antara lain XTML, WAP, WML, CSS, ECMAScript, JAVA dan Flash.

Spesifikasi:

– Sistem Operasi: Windows (3.1/95/98/ME/NT 3.5/NT 4.0/2000/XP), Symbian OS (3.0/5.0), Solaris, QNX, O/S 2, Mac PowerPC (system 7.5.3-9.2 / OS X), Linux dan BeOS

– Besar file download untuk versi Windows berbahasa Indonesia: 3,2 MB (tanpa Java) / 10,7 MB (dengan Java)

– Biaya: Gratis (ada banner iklan) / US$ 39 (tanpa banner iklan)

– Situs: http://www.opera.com

– Keterangan tambahan: Opera dapat terkoneksi langsung dengan account ICQ, terdapat e-mail client yang dapat mengambil data dari Netscape Mail atau Outlook Express, memiliki fasilitas skin browser, page zoom dan multi-document interface. Opera cocok untuk pengguna Internet yang membutuhkan alternatif browser yang handal.

Mozilla Browser:

Mozilla sebenarnya masih bersaudara dengan Netscape. Meskipun demikian, Mozilla bukanlah Netscape dan Netscape bukanlah Mozilla. Kisahnya berawal ketika Netscape Communications harus menghadapi tantangan Microsoft yang mengeluarkan IE 3.0 secara gratis dan diikat pada sistem operasi Windows 95. Pada bulan Januari 1998, Netscape Communication menggratiskan seluruh produk browsernya, termasul source code Netscape tersebut. Source code Netscape saat itu menjadi berlisensi Open Source. Kemudian pada akhir Maret 1998, Netscape Communication mendirikan organisasi nirlaba Mozilla Organization untuk pengembangan browser secara open source.

Nama Mozilla diambil dari nama maskot resmi Netscape Communication yang telah ada sejak tahun 1994. Kebetulan, browser open source tersebut diberi nama Mozilla juga. Selanjutnya pada bulan November 1998, Netscape Communication memutuskan untuk mengintegrasikan beberapa source code browser Mozilla pada browser Netscape yang akan dirilisnya. Netscape 6.0, dan turunannya, yang dirilis pada November 2000, menggunakan source code Mozilla dengan beberapa modifikasi, ditambah dengan komponen non open source lainnya. Mozilla Organization mendapatkan dukungan dana dari IBM, Sun MicroSystems, Netscape Communications, dan lain-lain. Browser Mozilla tetaplah gratis dan open source. Mozilla versi terkini adalah versi 0.9.7 yang dirilis pada bulan Desember 2001.

Spesifikasi:

– Sistem Operasi: Windows (95/98/ME/NT 3.5/NT 4.0/2000/XP), Mac PowerPC (minimal OS 8.5), Linux, OpenVMS Alpha (minimal 7.1) dan Solaris 8.0

– Besar file download dalam bentuk source code: 36,5 MB (qzip)

– Biaya: Gratis (source code tersedia)

– Situs: http://www.mozilla.org

– Keterangan tambahan: Mozilla bukan untuk kalangan end-user. Disediakan mailing-list dan newsgroups bagi komunitas pengembang dan peminat Mozilla. Browser Mozilla cocok bagi pengguna Internet yang suka mengutak-atik program dan ingin mengetahui isi perut browser.

Mosaic Browser:

Kita telah memahami tentang kelahiran Mosaic dari rahim NCSA. Versi terakhir Mosaic adalah versi 3.0 untuk sistem operasi Windows 95/NT yang dirilis pada bulan Januari 1997. NCSA memutuskan untuk menghentikan pengembangan Mosaic dengan alasan agar dapat berkonsentrasi ke aktifitas lain. Meskipun demikian, atas nama sejarah, NCSA tetap membuka situs untuk mendownload beragam versi Mosaic secara gratis. Source code Mosaic juga tersedia secara gratis khusus bagi kalangan pendidikan. Mosaic merupakan browser yang paling simpel dan paling kecil memakan tempat di harddisk. Bahkan spesifikasi komputer yang bisa menggunakan Mosaic minimal 80486-33 Mhz dengan memori 8 Mb. HTML versi 3.2 sudah bisa dibaca oleh Mosaic.

Spesifikasi:

-Sistem Operasi: Windows (95/NT)

– Besar file download: 2,9 Mb

– Biaya: Gratis (source code tersedia)

– Situs: http://archive.ncsa.uiuc.edu/SDG/Software/mosaic-w

– Keterangan tambahan: Browser Mosaic cocok bagi pengguna Internet yang membutukan browser simpel, kecil, tidak perlu spesifikasi komputer yang tinggi serta tidak untuk membuka situs-situs multimedia.

Amaya Browser:

Amaya adalah browser dan web editor resmi yang dikeluarkan dan digunakan oleh World Wide Web Consortium (W3C). Fungsi Amaya adalah untuk melakukan tes dan evaluasi terhadap setiap pengembangan standarisasi web oleh W3C. W3C dipimpin oleh Tim Berners-Lee, disainer web pertama di dunia. Amaya dapat didownload dan digunakan secara gratis. Source code nya pun merupakan open source. Keuntungan menggunakan Amaya adalah dia selalu menjadi browser yang pertama kali mengadopsi perkembangan aplikasi web terkini.

Amaya terkini merupakan versi 5.3 yang dirilis pada Desember 2001. Kecanggihan Amaya yang lain adalah kemampuannya melakukan proses editing dan browsing sekaligus secara cepat dan mudah. Amaya ditulis menggunakan bahasa C dan dapat digunakan dalam sistem operasi Windows dan Unix. Kemampuan lainnya antara lain mampu membaca HTML versi 4.01, XHTML 1.1, MathML 2.0, CSS2, Scalable Vector Graphics (SVG) dan lain-lain.

Spesifikasi:

– Sistem Operasi: Windows, Linux, Debian, Sparc/Solaris, AIX dan OSF1

– Besar file download: 4,8 Mb (NT/2000/XP), 5,2 Mb (95/98/ME) 3,6 (Linux), 5 Mb (source code tgz)

– Biaya: Gratis (source code tersedia)

– Situs: http://www.w3.org/Amaya

– Keterangan tambahan: Browser Amaya cocok bagi pengguna Internet yang membutukan browser yang berkemampuan handal dan selalu mengikuti perkembangan teknologi secara cepat.

*) Penulis adalah Koordinator ICT Watch dan jurnalis TI independen. Dapat dihubungi melalui e-mail donnybu@ictwatch.com. Tulisan ini pernah dimuat oleh Internet/Infokomputer, 15 Februari 2002. Tulisan ini bebas dikutip asal menyebutkan sumbernya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: